GOPOS.ID, BANGKALAN, – Menjaga kesehatan tidak harus menunggu tubuh mengalami keluhan.
Kesadaran tersebut mendorong Diah Ariani (20), mahasiswi asal Bangkalan, untuk memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
Diah menilai kemudahan layanan digital dapat menjadi salah satu cara bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan.
Melalui telepon genggam, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat melakukan skrining dengan proses yang relatif sederhana.
Menurut Diah, layanan tersebut membantu peserta mengetahui potensi risiko penyakit kronis sejak lebih awal sehingga dapat menjadi dasar untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
“Saya merasa terbantu dengan adanya Skrining Riwayat Kesehatan di Mobile JKN karena prosesnya mudah dan praktis, cukup menjawab beberapa pertanyaan dan tidak membutuhkan waktu lama,” ujar Diah saat ditemui di rumahnya, Senin (24/8).
Ia mengatakan skrining kesehatan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang merasa sakit.
Pemeriksaan secara rutin dapat membantu seseorang lebih memahami kondisi dirinya dan mengetahui potensi risiko kesehatan yang mungkin dimiliki.
“Melakukan skrining setiap tahun itu penting karena kita bisa mengetahui potensi risiko penyakit kronis yang mungkin kita miliki. Dari sini, kita bisa lebih awal mengontrol dan menjaga kondisi kesehatan,” kata Diah.
Sebagai anak muda yang akrab dengan teknologi, Diah melihat penggunaan layanan kesehatan berbasis digital memiliki manfaat tersendiri.
Peserta tidak perlu mengalokasikan waktu khusus untuk datang ke fasilitas kesehatan hanya untuk melakukan skrining riwayat kesehatan.
Ia pun mengajak teman-teman seusianya memanfaatkan kemudahan tersebut sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak teman-teman seusia saya untuk rutin melakukan Skrining Riwayat Kesehatan. Selain itu, kita juga perlu menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan,” ungkapnya.
Diah berharap semakin banyak generasi muda yang tidak mengabaikan kesehatan hanya karena masih berada di usia produktif.
Menurutnya, kebiasaan menjaga kesehatan sejak dini akan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli dengan Kesehatan kita. Kalau sudah mengetahui potensi risikonya lebih awal, kita bisa lebih sadar menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat,” tutup Diah. (*)








