JEMBER, GOPOS.ID – Mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit terkadang membuat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus memahami berbagai prosedur.
Namun, peserta tidak perlu merasa sendirian ketika menemui kesulitan.
Petugas BPJS SATU (Siap Membantu) hadir untuk memberikan informasi, pendampingan, hingga membantu menindaklanjuti pengaduan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, mengatakan BPJS SATU menjadi salah satu upaya untuk memastikan peserta mendapatkan pelayanan sesuai haknya.
Petugas tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif melakukan pemantauan pelayanan di rumah sakit.
“Petugas BPJS SATU juga menjalankan Supervisi, Buktikan, dan Lihat Langsung atau SiBling. Melalui tugas tersebut, petugas turun langsung ke lapangan, memantau pelayanan, berdialog dengan pasien rawat inap maupun rawat jalan, dan memastikan pelayanan berjalan sesuai standar,” ujar Yessy, Kamis (27/8/2026).
Melalui kegiatan customer visit, petugas BPJS SATU secara rutin berinteraksi dengan peserta di rumah sakit.
Kehadiran mereka sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan apabila terdapat informasi yang perlu diperjelas atau kendala yang membutuhkan penanganan.
Peserta juga dapat mendatangi loket pelayanan informasi BPJS SATU yang tersedia di rumah sakit.
Selain layanan tatap muka, petugas dapat dihubungi melalui WhatsApp. Nomor kontak tersebut dipasang pada poster di sejumlah titik layanan agar mudah ditemukan peserta.
Di wilayah Jember, Lumajang, dan Bondowoso, layanan BPJS SATU tersedia di berbagai rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Di Jember, di antaranya RSD dr. Soebandi, RSD Balung, RSU Baladhika Husada, RSU Kaliwates, RS Bina Sehat, RS Siloam, dan RSD Kalisat.
“BPJS SATU kami hadirkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan yang baik di rumah sakit,” kata Yessy.
Pengalaman tersebut dirasakan Ningsih (39), peserta JKN asal Kabupaten Jember yang menjalani perawatan di RSD Balung.
Ia mendapatkan bantuan dari petugas BPJS SATU untuk memahami penggunaan aplikasi Mobile JKN.
“Petugas BPJS SATU mengajari saya mengunduh Aplikasi Mobile JKN. Dari situ saya jadi tahu cara mengecek keaktifan kartu dan melakukan pendaftaran secara online, jadi waktu tunggu saya saat kontrol bisa lebih singkat,” ungkap Ningsih.
Menurutnya, kemudahan tersebut membuat dirinya lebih memahami berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sebagai peserta JKN.
Ia berharap Program JKN terus dipertahankan dan semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita memang harus menjaga kesehatan, tetapi kalau sampai sakit, setidaknya kita tidak perlu pusing memikirkan biaya. Berkat Program JKN, kita bisa lebih fokus untuk berobat dan sembuh,” tutup Ningsih. (Adv)








