GOPOS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 38 meninggal akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M=7.7) yang mengguncang Distrik Nangeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Per pukul 15.00 hari ini, jumlah korban tewas mencapai 38,” kata kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam konferensi pers daring.
Selain itu terdapat 13 korban lainnya yang mengalami luka. Dua orang mengalami luka serius dan 11 mengalami luka ringan. Sekitar 2.000 penduduk mengungsi secara mandiri.
BNPB juga melaporkan longsor di beberapa jalan dan kerusakan pada puluhan rumah mulai dari parah hingga ringan.
Satu rumah sakit di Maumere mengalami kerusakan, bersama dengan banyak pusat kesehatan komunitas yang dikenal secara lokal sebagai Puskesmas.
“Menteri kesehatan juga melaporkan kerusakan di banyak pusat kesehatan masyarakat, tetapi hanya satu rumah sakit di Maumere yang rusak,” kata Suharyanto.
Lima bandara terdampak, meskipun landasan pacu mereka tetap utuh, kata Suharyanto. Kerusakan dilaporkan di gedung terminal dan berkisar dari yang ringan hingga parah. Dua pelabuhan laut, Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere, juga terdampak gempa bumi.
Lebih lanjut Suharyanto mengatakan, terjadi 31 kali gempa susulan pada Sabtu, pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
“Dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini sudah terjadi 31 kali gempa susulan,” kata Suharyanto.
Dari 31 kali gempa susulan itu, ada empat yang tercatat memiliki magnitudo cukup besar. “Yang pertama, gempa susulan yang cukup besar magnitudonya 6,2, pada pukul 05.13, hampir sama dengan gempa yang pertama, di kedalaman 10 km dan tetap berada di laut,” kata dia.
Gempa susulan kedua, bermagnitudo 5,5, pukul 05.13 lewat 53 detik, dengan kedalaman 10 km di bawah laut.
Yang ketiga, gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 di kedalaman 10 km di bawah laut pada pukul 05.28.
Gempa susulan yang ke-4 dengan magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.
“(Gempa susulan) yang cukup besar ini ada di pagi hari. Sejak pukul 07.00 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa dengan magnitudo besar,” kata Suharyanto.(Antara/gopos)








