GOPOS.ID – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kembali menjadi sorotan setelah media pemerintah Iran mengungkap pertemuannya dengan Presiden Masoud Pezeshkian. Pertemuan tersebut menjadi salah satu kemunculan penting Mojtaba di tengah minimnya aktivitas publiknya sejak ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026.
Kantor Mojtaba Khamenei menyebut pertemuan dengan Pezeshkian membahas sejumlah persoalan strategis yang tengah dihadapi Iran, mulai dari kondisi ekonomi, sektor militer dan pertahanan, hingga kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemimpin Revolusi Islam bertemu dan berbicara dengan Presiden tentang masalah ekonomi dan militer,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram yang terkait dengan Pemimpin Tertinggi Iran.
Menurut pernyataan tersebut, pembicaraan antara Mojtaba dan Pezeshkian berlangsung luas dengan mencakup berbagai persoalan nasional. Salah satu perhatian utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan ekonomi dan situasi konflik yang masih berlangsung.
Keduanya juga membahas perkembangan konflik Iran dengan Amerika Serikat serta prospek situasi ke depan. Bidang militer dan pertahanan turut menjadi agenda dalam pembicaraan kedua pemimpin tersebut.
Bahas Krisis Ekonomi Iran
Selain persoalan keamanan, kondisi ekonomi Iran menjadi salah satu pembahasan utama.
Media Pemimpin Tertinggi Iran menyebut Mojtaba dan Pezeshkian membicarakan kondisi keuangan negara, termasuk perkembangan nilai tukar mata uang nasional Iran, rial.
Sektor energi dan hubungan ekonomi Iran dengan negara-negara lain juga masuk dalam pembahasan.
Isu ekonomi menjadi semakin penting bagi Teheran di tengah tekanan akibat konflik dan ketegangan dengan Amerika Serikat. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi serta posisi Iran dalam hubungan perdagangan internasional.
Pertemuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi dan keamanan menjadi dua agenda yang saling berkaitan dalam pengambilan kebijakan Iran saat ini.
Kemunculan di Tengah Minimnya Aktivitas Publik
Mojtaba Khamenei selama beberapa bulan terakhir jarang terlihat di ruang publik. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai keadaan dan aktivitasnya setelah menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Reuters melaporkan bahwa Pezeshkian sebenarnya telah mengatakan pada Mei bahwa dirinya pernah bertemu secara langsung dengan Mojtaba. Namun, informasi terbaru mengenai pertemuan tersebut kembali mencuat setelah media Iran memberitakan agenda pembicaraan keduanya.
Pernyataan terbaru dari pihak Mojtaba juga muncul setelah beredar sebuah video yang disebut menampilkan dirinya di media Iran. Namun, pernyataan tersebut tidak secara khusus menjelaskan mengenai video yang beredar tersebut.
Pada saat yang sama, seorang pejabat senior Basij sebelumnya menyatakan bahwa rekaman yang memperlihatkan Mojtaba berada di tengah masyarakat maupun bertemu dengan para komandan militer akan dirilis. Langkah tersebut dinilai berkaitan dengan upaya menunjukkan aktivitas Pemimpin Tertinggi Iran di tengah minimnya penampilan publiknya.
Pesan Persatuan di Tengah Tekanan
Pertemuan antara Mojtaba dan Pezeshkian juga memiliki arti politik penting bagi Iran. Di tengah tekanan militer, persoalan ekonomi dan hubungan yang tegang dengan Amerika Serikat, tampilnya kedua pemimpin dalam satu agenda menunjukkan pesan bahwa struktur kepemimpinan Iran tetap berjalan.
Agenda tersebut berlangsung ketika Iran juga menghadapi persoalan strategis terkait Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Pada Minggu (9/8), Iran menyatakan pembicaraan mengenai pengaturan jalur pelayaran dengan Oman telah memasuki tahap akhir, meski Teheran masih mengaitkan pembukaan kembali jalur tersebut dengan sejumlah tuntutan kepada Amerika Serikat.
Karena itu, pembahasan ekonomi, militer, energi dan hubungan luar negeri dalam pertemuan Mojtaba dengan Pezeshkian menjadi perhatian karena berlangsung ketika Iran menghadapi tekanan dari berbagai arah.
Hingga kini, rincian lengkap mengenai waktu dan lokasi pertemuan tersebut belum diumumkan secara terbuka. Namun, pernyataan resmi mengenai pertemuan itu memperlihatkan bahwa Mojtaba tetap terlibat dalam pembahasan persoalan strategis Iran, meskipun selama berbulan-bulan aktivitasnya di ruang publik sangat terbatas. (SUMBER ANTARA)








