GOPOS.ID, GORONTALO – Provinsi Gorontalo mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif pada Triwulan II 2026. Secara year on year atau Triwulan II 2026 terhadap Triwulan II 2025, perekonomian Gorontalo mengalami pertumbuhan sebesar 6,20 persen. Angka ini menempatkan Gorontalo sebagai provinsi yang mengalami laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sulawesi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, menjelaskan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Gorontalo Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada Triwulan II 2024 tercatat sebesar Rp8,602 triliun. Selanjutnya pada Triwulan II 2026, PDRB ADHK Provinsi Gorontalo menjadi Rp9,136 trilun. “Mengalami kenaikan 6,20 persen secara tahunan,” kata Agus Sudibyo saat menyampaikan rilis berita resmi statistik BPS Provinsi Gorontalo, Rabu (5/8/2026).
Laju pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2026 dari sisi lapangan usaha sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan yang pesat. Sektor ini mengalami pertumbuhan (yoy) sebesar 59,96 persen. Selanjutnya disusul lapangan usaha industri pengolahan yang mengalami pertumbuhan sebesar 33,34 persen, serta perdagangan dan Akomodasi-Makan Minum masing-masing sebesar 10,81 persen.
Meski begitu, sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi masih menjadi kontribusi utama terhadap perekonomian di Provinsi Gorontalo. Pertanian memberikan kontribusi sebesar 34,74 persen; perdagangan sebesar 15,12 persen; serta konstruksi sebesar 10,83 persen.
“Lebih dari 30 persen perekonomian di Gorontalo itu ditopang oleh lapangan usaha pertanian,” ujar Agus Sudibyo.
Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbunan ekonomi Gorontalo ditunjang oleh pengeluaran rumah tangga. Sektor ini memberikan kontribusi terhadap PDRD Gorontalo mencapai 61,18 persen. Selanjutnya ekspor (36,03 persen), dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) (26,91 persen). Pada triwulan II, ketiga sektor ini mengalami pertumbuhan positif. “Kontributor utama penggerak perekonomian provinsi Gorontalo adalah pengeluaran rumah tangga. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena memberikan kontribusi lebih dari separuh terhadap struktur PDRB,” tutur Agus Sudibyo.(hasan/gopos)








