No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Sebuah Catatan untuk Te Wahyu dan Orang-Orang yang Sejenis Dia

Arif Bina by Arif Bina
Sabtu 20 September 2025
in Perspektif
0
Ketua DPD IMM Gorontalo, Muhammad Arif Hidayatullah Bina. (Foto: Doc. Pribadi)

Ketua DPD IMM Gorontalo, Muhammad Arif Hidayatullah Bina. (Foto: Doc. Pribadi)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Video berdurasi 1 menit yang menyeret nama Wahyu Moridu menghebohkan jagat maya baru-baru ini. Kehebohan itu dipicu oleh ungkapan Wahyu dalam video yang direkam oleh salah seorang perempuan yang diduga sebagai pacar gelapnya.

Wahyu yang saat itu hendak menuju Makassar, dalam video itu secara gamblang mengatakan melakukan perjalanan bersama pacar gelapnya itu menggunakan uang negara. Tidak hanya itu, Wahyu juga mengatakan bahwa dirinya akan merampok uang negara bahkan akan memiskinkan negara dengan aksi perampokan yang akan dilakukannya itu.

Ungkapan ini dalam waktu singkat berhasil memicu kemarahan publik. Videonya viral ke mana-mana, menjangkau jutaan penonton dan meraup jutaan komentar yang bernada hujatan.

Apa yang dilakukan Wahyu sudah melewati batas toleransi publik. Sehingga kemarahan publik masih tidak bisa diredam sekalipun Wahyu telah memberikan klarifikasi dalam akun media sosial pribadinya.

Wahyu sudah cukup menerima banyak hujatan, olehnya tulisan ini tidak diarahkan untuk menghujatnya. Saya hanya ingin berkontribusi pada perbaikan karir politik Wahyu pasca kejadian viral yang menimpanya. Setidaknya, ada beberapa catatan yang harus dilakukan Wahyu setelah ini.

Belajar Diam

Anggota Legislatif pada dasarnya mengandalkan suaranya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat di dalam parlemen. Tapi khusus untuk Wahyu dan anggota DPR yang memiliki kebiasaan yang sama, diam adalah senjata paling ampuh untuk menyembunyikan kebusukan itu.

Baca Juga :  Mahasiswa atau Sekadar Anak Kuliahan?

Wahyu bisa belajar dari kejadian ini. Publik tidak akan marah dengan dugaan perselingkuhan dan niat perampokan yang akan dilakukannya selama dia mampu menjaga mulutnya untuk tetap diam.

Tidak hanya itu, diam juga bisa menyelamatkan banyak orang di dalam lingkarannya Wahyu. Kita semua tahu bahwa korupsi tidak pernah dilakukan sendirian, dia selalu dilakukan bersama oleh dua orang atau lebih. Bayangkan kalau niat perampokan dan pemiskinan negara itu etul dilakukan, berapa banyak orang yang akan terlibat? Dengan diam, Wahyu bisa menyelamatkan orang-orang lain yang akan terlibat dalam misi pemiskinan negara itu.

Meminimalisir Dokumentasi

Ini juga hal penting yang harus disadari Wahyu dan orang-orang yang sejenis dengan dia. Sebagai jurnalis dan dosen Ilmu Komunikasi, saya memahami bahwa eksis itu menjadi kebutuhan manusia modern apalagi pejabat publik seperti Wahyu.

Abraham Masslow bahkan menempatkan penghargaan sebagai salau satu kebutuhan dasar yang harus didapat oleh manusia. Sehingga, adalah hal yang sangat wajar jika sebagai anggota DPRD Wahyu ingin dihargai melalui dokumentasi yang dia lakukan.

Tapi, Wahyu harus ingat bahwa publik hanya mengapresiasi kerja-kerja anggota DPRD bukan cara DPRD menghabiskan uang negara. Sekalipun bukan hasil merampok uang negara, Wahyu harus tau cara menghabiskan gaji yang halal tanpa harus didokumentasikan.

Baca Juga :  Logo Halal ala Kemenag

Wahyu patut belajar dari kejadian yang menimpa Eko Patrio dan Uya Kuya. Rumah dan harta benda yang didapat dari hasil kerja keras sebelum jadi politisi diobrak-abrik massa hanya karena tindakan keduanya yang tertangkap kamera sedang joget di parlemen.

Hindari Miras

Sebagai orang Islam, Wahyu tentu diajarkan bahwa minuman keras (Miras) itu haram untuk dikonsumsi. Tapi bukan untuk alasan agama saya mengimbau Wahyu untuk menghindari miras. Ini saya imbau murni untuk menjaga Wahyu dan orang-orag sejenis dia agar tidak dimanfaatkan orang lain dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Dalam keadaan mabuk, niatan buruk sebagaimana yang diungkapkan Wahyu dalam video viral itu rentan dimanfaatkan untuk tujuan yang kemungkinan akan merugikan dia sendiri. Wahyu sudah membuktikan itu lewat videonya ke Makassar kemarin.

Ketiga hal ini merupakan langkah kecil yang bisa dilakukan Wahyu dan orang-orang sejenis dia untuk tidak jadi korban viralitas media sosial. Semoga tulisan kecil ini bisa membantu menyelamtkan karir politik Wahyu pasca kejadian yang menghebohkan ini.*

Penulis: Muhammad Arif Hidayatullah Bina, Ketua DPD IMM Gorontalo

Tags: Anggota DPRD Provinsi GorontaloPDIPWahyu Moridu
Previous Post

Senyum dan Aksi Cepat Nurjana Yusuf, Ketua Baru PMI Gorut Mulai Jawab Harapan Pegawai

Next Post

Index Animi Sermo, Refleksi “Rampok Negara” ala Aleg Deprov Gorontalo Wahyu Moridu

Related Posts

Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Perspektif

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin 1 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Next Post

Index Animi Sermo, Refleksi “Rampok Negara” ala Aleg Deprov Gorontalo Wahyu Moridu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Eks Kadis Kominfo Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Command Center 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Tahan Tiga Tersangka Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cabuli Staf Desa, Oknum Mantan Kades di Pohuwato Ditahan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.