No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Alexa by Alexa
Senin 1 Juni 2026
in Perspektif
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Lorens Lanalo

(Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi DPC GMNI Jakarta Timur)

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan atau pengulangan slogan-slogan kebangsaan melainkan kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan yang melahirkan dasar negara Indonesia.

Pancasila tidak lahir dari ruang kosong tetapi dari pergulatan panjang para pendiri bangsa dalam menggali Pancasila dari lapisan yang paling inti dari bangsa Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945 disidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), Bung Karno menyampaikan pidato monumental yang kemudian dikenal sebagai lahirnya konsep Pancasila. Dalam pidato tersebut Bung Karno menawarkan lima prinsip yang menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka yaitu kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, demokrasi atau mufakat, kesejahteraan sosial, dan keTuhanan yang berkebudayaan.

Bung Karno menegaskan bahwa kelima prinsip tersebut dapat diperas menjadi Trisila yaitu Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi dan Ketuhanan yang berkebudayaan. Bahkan dapat diperas lagi menjadi satu dasar Ekasila yaitu gotong royong.

Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 sesungguhnya bukan hanya menawarkan rumusan dasar negara, tetapi juga menghadirkan api perjuangan yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Bung Karno menyatakan bahwa Indonesia harus didirikan untuk semua bukan untuk satu golongan agama, suku atau kelompok tertentu. Semangat itulah yang kemudian menjadi roh Pancasila yaitu persatuan dalam keberagaman dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Namun tantangan terbesar hari ini bukanlah menghafal lima sila Pancasila, melainkan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita sering menyaksikan korupsi yang merugikan rakyat, intoleransi yang mengancam persatuan, kesenjangan sosial yang semakin lebar serta politik yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan bangsa. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Pancasila kerap dijadikan simbol tetapi belum sepenuhnya menjadi pedoman tindakan.

Disinilah relevansi ungkapan “Warisi Apinya, Bukan Abunya” tepat dalam momentum peringatan hari lahir Pancasila saat ini. Api adalah semangat, nilai, dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa. Sementara abu adalah sisa-sisa formalitas yang kehilangan makna. Mewarisi api Pancasila berarti melanjutkan keberanian Bung Karno dan para pendiri bangsa dalam memperjuangkan persatuan, keadilan sosial, serta kedaulatan rakyat.

Sebaliknya, mewarisi abunya berarti hanya memperingati Hari Lahir Pancasila secara seremonial tanpa menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Bagi generasi muda terutama mahasiswa sebagai kaum intelektual dan agen perubahan, Pancasila harus dipahami sebagai ideologi yang hidup dan progresif. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penghafal teks, tetapi harus menjadi pelopor dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial. Ketika melihat ketimpangan sosial maka mahasiswa harus bersuara.

Ketika menyaksikan penyalahgunaan kekuasaan maka mahasiswa harus mengkritisi. Ketika rakyat kecil menghadapi ketidakadilan maka mahasiswa wajib hukumnya harus hadir membersamai perjuangan mereka. Sebagai organisasi perjuangan yang berlandaskan ajaran Marhaenisme maupun nilai-nilai Pancasila, kader-kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa Pancasila tidak berhenti sebagai dokumen historis. Pancasila harus menjadi kekuatan yang menggerakkan perjuangan demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Semangat gotong royong, keberpihakan kepada kaum marhaen serta keberanian melawan segala bentuk penindasan merupakan manifestasi nyata dari api Pancasila yang harus terus dijaga.

Baca Juga :  Tanggung Jawab Seorang Rusli Habibie

Lorens Lanalo selaku Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi DPC GMNI Jakarta Timur mengingatkan bahwasanya peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini hendaknya menjadi momentum refleksi bersama.

Apakah kita hanya mewarisi simbol-simbol kebangsaan tanpa memahami maknanya? Ataukah kita sungguh-sungguh meneruskan semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan arah masa depan Indonesia.

Mari menjadikan 1 Juni bukan sekadar tanggal dalam kalender nasional, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen terhadap cita-cita kemerdekaan. Sebagaimana semangat yang dikobarkan Bung Karno pada tahun 1945 bahwa Pancasila harus tetap menjadi bintang penuntun dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Tugas generasi hari ini bukan menjaga abu peninggalan sejarah, melainkan memastikan api perjuangan itu tetap menyala, menerangi jalan menuju Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.(*)

Tags: DPC GMNI Jakarta TimurGMNI
Previous Post

Momentum Hari Lahir Pancasila, Penerbangan Jember-Surabaya Kembali Dibuka

Next Post

Dua Mahasiswa Terbaik akan Wakili IAIN Gorontalo pada KKN Nusantara 2026 di Banten

Related Posts

Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Perspektif

Di Balik Pengakuan Bersalah, Adakah Keadilan untuk Korban?

Rabu 20 Mei 2026
Husin Ali - Antropolog
Perspektif

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Jumat 15 Mei 2026
Perspektif

Biografi Azis Rachman: Meniti Jalan Pengabdian dan Kepemimpinan

Sabtu 2 Mei 2026
Perspektif

Menuju Pengajaran Bahasa Inggris Inklusif: Lepas dari Belenggu “Native-Like”

Jumat 24 April 2026
Next Post
Deysi Alfinasari Kunsi dan Zulfachry Febriansyah Mohiddin, dua mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang akan diutus ke KKN Nusantara 2026 di Banten.(F.dok)

Dua Mahasiswa Terbaik akan Wakili IAIN Gorontalo pada KKN Nusantara 2026 di Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan penyegaran birokrasi guna memperkuat kinerja pemerintahan dan pelayanan publik. Sebanyak 18 pejabat administrator resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, di Ruang Lupa Lelah Kantor Bupati, Jumat (12/6/2026) malam. (Foto Indra/Gopos)

    Bupati Ismet Mile Lantik 18 Pejabat Administrator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Gorontalo Harapkan Jurnalis Berintegritas Melalui Temu Jurnalis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Gorontalo Siap Perkuat Kolaborasi dengan SMSI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Besarkan PKB Kotamobagu, JDM Masuk Radar Calon DPR RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.