GOPOS.ID, GORONTALO – Hasil penelitian mahasiswa Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo. Penelitian yang mengkaji kerentanan penduduk di kawasan rawan banjir Kecamatan Dumbo Raya dipresentasikan langsung kepada BPBD sebagai bahan masukan dalam upaya mitigasi bencana.
Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah UNBITA, Agung Djaba, melalui skripsi berjudul Analisis Kerentanan Penduduk pada Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Agung mengungkap sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi. Hasil analisis menunjukkan kawasan rawan banjir di Kelurahan Bugis mencapai 24,89 hektare, Kelurahan Talumolo 42,42 hektare, dan Kelurahan Botu 50,72 hektare.
Tak hanya memetakan wilayah rawan, penelitian tersebut juga mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak banjir, yakni penyandang disabilitas, lanjut usia di atas 60 tahun, serta anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun.
“Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan ilmiah seperti GIS, NDVI, triangulasi, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga hasil yang diperoleh lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dosen Pembimbing, Bambang Djau.
Menurut Bambang, penggunaan berbagai metode analisis dilakukan untuk memastikan validitas data sekaligus meningkatkan relevansi hasil penelitian terhadap kebutuhan daerah, khususnya dalam pengurangan risiko bencana.
Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah UNBITA, Dewi Sartika T. Zees, mengatakan diseminasi hasil penelitian kepada instansi pemerintah merupakan bentuk komitmen kampus dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
“Kami ingin hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik. Penelitian harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kota Gorontalo menyambut baik inisiatif tersebut. Perwakilan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Gorontalo, Mulyono Mardjun, menyatakan pihaknya terbuka terhadap kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Penelitian seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan perspektif dan data tambahan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana,” ungkapnya.
Bagi Agung Djaba, kesempatan mempresentasikan hasil penelitian langsung kepada instansi terkait menjadi pengalaman berharga. Selain mendapatkan masukan dari praktisi kebencanaan, hasil penelitiannya juga berpotensi dimanfaatkan dalam mendukung perencanaan mitigasi bencana di Kota Gorontalo.
Kolaborasi antara UNBITA dan BPBD Kota Gorontalo ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan hasil riset akademik dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih aman, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. (Rama/Gopos)







