GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) menyatakan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam pembentukan Konsorsium Jaringan Perguruan Tinggi untuk Gizi dan Pangan Gorontalo (JAGA Gorontalo). Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembentukan JAGA Gorontalo yang digelar di Aula Sidang Rektorat Lantai 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (23/7/2026).
Forum yang dihadiri LLDIKTI Wilayah XVI, Universitas Negeri Gorontalo, serta seluruh perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo itu menjadi langkah awal menyatukan komitmen membangun kolaborasi akademik dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang gizi, pangan, dan pembangunan daerah berbasis riset.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., mengatakan pembentukan JAGA Gorontalo merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi. Menurutnya, berbagai persoalan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
“Tidak ada satu perguruan tinggi yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan secara sendiri. Kehadiran JAGA Gorontalo menjadi ruang untuk menyatukan kapasitas akademik, hasil riset, inovasi, serta pengabdian masyarakat agar mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif terhadap isu gizi dan ketahanan pangan di Gorontalo,” ujar Ellys.
Ia menilai, konsorsium tersebut sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong perguruan tinggi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kebijakan berbasis data dan hasil penelitian.
Menurut Ellys, hasil riset yang selama ini dihasilkan perguruan tinggi harus mampu diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat lahirnya gagasan dan inovasi. Kami berharap hasil penelitian tidak berhenti menjadi publikasi ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, para peserta juga membahas pemetaan potensi kolaborasi, penyusunan kajian strategis, hingga penentuan klaster pengembangan yang akan menjadi fokus kerja JAGA Gorontalo ke depan.
UNBITA, lanjut Ellys, siap berkontribusi melalui penguatan riset multidisiplin, pemanfaatan sumber daya akademik, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan daerah.
“Universitas Bina Taruna Gorontalo berkomitmen menjadi bagian dari gerakan kolektif ini. Kami memiliki berbagai sumber daya akademik yang siap dikolaborasikan sehingga riset, inovasi, dan pengabdian dosen maupun mahasiswa benar-benar berorientasi pada penyelesaian persoalan pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa isu gizi dan pangan berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, ketahanan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penyelesaiannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Bagi UNBITA, kehadiran JAGA Gorontalo diharapkan menjadi ekosistem kolaborasi yang mampu melahirkan penelitian bersama, program pengabdian terpadu, serta inovasi yang mendukung percepatan pembangunan daerah dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal menuju deklarasi resmi JAGA Gorontalo sebagai wadah kolaborasi perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo.
“Ketika seluruh perguruan tinggi bergerak bersama, kita tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga memperbesar kontribusi nyata terhadap pembangunan Gorontalo. Inilah semangat yang ingin kita bangun melalui JAGA Gorontalo, yaitu kolaborasi untuk menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Ellys. (Rama/Gopos)








