No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Menenun Pengabdian di Tanah Suci

Hasan by Hasan
Kamis 23 April 2026
in Menyapa Nusantara
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Langit perlahan berganti rupa, mengantarkan langkah-langkah penuh keikhlasan menuju Baitullah. Tahun 2026 atau 1447 Hijriah pun kini menjadi saksi pergerakan massal umat Islam Indonesia.

Dengan total kuota mencapai 221.000 orang, yang terdiri dari 203.320 orang dalam jamaah reguler dan 17.680 orang dalam jamaah khusus, kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tentu membutuhkan pilar penyangga yang kokoh. Pilar itu terwujud dalam diri sekitar 1.600 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Setelah para petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah lebih dulu menjejakkan kaki serta membuka gerbang pelayanan di Tanah Suci, termasuk menyambut kedatangan jamaah haji kloter pertama pada Rabu (22/4), giliran petugas haji dari Daker Makkah yang menyusul merapatkan barisan.

Keberangkatan mereka bukanlah sekadar perjalanan biasa, melainkan puncak dari sebuah penantian panjang, persiapan fisik dan mental yang tak kenal lelah, serta niat suci untuk melayani para tamu Allah.

Di pundak mereka tertitip harapan ratusan ribu peziarah dari Indonesia yang rindu menunaikan rukun Islam kelima dengan khusyuk, aman, dan nyaman.

Perjalanan panjang para pelayan tamu Allah ini sejatinya tidak dimulai saat mereka duduk di kursi pesawat, melainkan telah merentang jauh sejak Desember 2025.

Di penghujung tahun itu, ketika banyak orang bersiap menyambut pergantian tahun dengan gegap gempita liburan, mereka justru berkutat dengan tumpukan materi pembelajaran, doa yang tak putus di sepertiga malam, dan serangkaian ujian seleksi yang ketat.

Ribuan pendaftar dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga medis, akademisi, ASN, TNI/Polri, media, hingga instansi lainnya, berlomba memperebutkan kesempatan mulia ini.

Lulus seleksi barulah langkah pertama, ia adalah gerbang awal menuju penempaan diri yang sesungguhnya.

Tiba waktunya bagi mereka untuk digembleng. Selama 20 hari penuh, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, menjadi saksi bisu transformasi mereka dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bernuansa semi militer.

Di tempat ini, ego sektoral diluruhkan. Pangkat, gelar akademik, dan status sosial ditanggalkan sepenuhnya, diganti dengan satu identitas yang sama, yaitu pelayan jamaah haji.

Sejak fajar belum menyingsing hingga larut malam, fisik dan mental mereka ditempa untuk tahan banting menghadapi suhu ekstrem dan tekanan psikologis yang kelak menanti di Arab Saudi. Disiplin, kekompakan barisan, serta kecepatan merespons krisis ditanamkan dalam-dalam.

Baca Juga :  Ketika Kesalehan Berbenturan dengan Waktu: Kasus Bupati Aceh Selatan Mirwan MS

Tidak berhenti di situ, penempaan dilanjutkan ke ranah intelektual melalui 10 hari diklat secara daring. Dalam fase ini, mereka mendalami peta kompleks wilayah Arab Saudi, fikih haji, manajemen krisis, hingga psikologi massa.

Total 30 hari persiapan intensif ini dirancang untuk satu tujuan mutlak yaitu membongkar “aku” menjadi “kita”, memastikan mereka siap menjadi garda pelindung jamaah haji Indonesia.

Tugasku Ibadahku

Setelah serangkaian proses yang menguras keringat dan air mata, tibalah hari keberangkatan. Di dalam kabin pesawat terbang yang membelah awan selama 9 hingga 10 jam di udara, tersemat keheningan yang penuh makna.

Duduk di kursi penumpang, memandang langit malam, hati para petugas berkecamuk antara rasa haru, rindu kepada Rasulullah dan Baitullah, serta beban amanah yang begitu berat.

Perjalanan 9-10 jam ini adalah ruang transisi spiritual. Ketika roda pesawat bersentuhan dengan landasan di Tanah Suci, mereka menyadari bahwa waktu untuk mementingkan diri sendiri telah habis.

Begitu kaki melangkah keluar dari pintu pesawat dan menghirup udara padang pasir, nyawa, waktu, dan tenaga mereka telah diwakafkan sepenuhnya untuk melayani jamaah.

Di sinilah esensi dari narasi “Tugasku Ibadahku” menemukan bentuk paling nyatanya. Melayani pengibadah haji bukanlah sekadar kewajiban administratif atau tugas negara yang dibayar, melainkan manifestasi dari ibadah yang paling mulia.

Tugas utama petugas haji adalah memastikan jamaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki risiko tinggi, bisa beribadah dengan lancar tanpa hambatan.

Ketika seorang petugas haji rela menahan kantuk di tengah malam demi menjaga peziarah lansia yang kebingungan mencari kamar hotelnya, itu adalah ibadah.

Ketika punggung mereka membungkuk mendorong kursi roda peserta haji yang kelelahan saat tawaf, itu adalah ibadah.

Ketika kulit mereka melepuh atau keringat bercucuran saat memapah peziarah yang tersesat di bawah terik matahari Makkah yang menyengat, setiap tetes keringat itu adalah zikir yang tak perlu diucapkan dengan kata-kata.

Baca Juga :  Infografik: Rp3,2 Triliun untuk Majukan Pertanian Papua

Mereka menjadi mata bagi peserta yang tak awas, menjadi kaki bagi yang tak mampu melangkah, dan penunjuk arah bagi yang kehilangan jalan.

Dalam senyum tulus yang mereka berikan, tersimpan pengorbanan luar biasa menahan rindu pada keluarga, anak, dan pasangan di Tanah Air.

Namun, di tengah era digital saat ini, ada satu godaan besar yang bisa menghancurkan pahala pengabdian tersebut, yakni godaan untuk pamer atau flexing.

Terkait hal ini, pesan tegas dari Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi rambu keras yang harus dipatri dalam hati setiap petugas.

Wamenhaj mengingatkan dengan lantang bahwa petugas hadir di Tanah Suci bukan untuk sibuk memamerkan keistimewaan mereka di media sosial.

Mengenakan seragam petugas berlogo bendera Merah Putih di Tanah Suci memang sebuah kebanggaan tersendiri, namun itu sama sekali bukan tiket untuk berswafoto tiada henti demi mendulang likes atau validasi di dunia maya. Apalagi jika dilakukan saat ada peserta haji yang sedang membutuhkan pertolongan.

Wamenhaj Dahnil menggarisbawahi penggunaan media sosial bagi petugas haji hanya untuk kepentingan syiar dan edukasi.

Jika seorang petugas mengangkat gawainya, biarlah itu untuk membagikan informasi krusial, seperti mengedukasi cuaca terkini, memberikan tips menjaga kesehatan jelang puncak haji di Arafah, atau memandu rute bus shalawat.

Segala bentuk publikasi harus bermuara pada kemaslahatan jamaah, bukan untuk mengangkat pamor pribadi. Kesombongan dan niat pamer di Tanah Suci hanya akan menggugurkan pahala dari prinsip agung “Tugasku Ibadahku” yang telah dibangun dengan susah payah.

Kini, para petugas Daker Makkah telah tiba, melengkapi formasi saudara-saudara mereka di Daker Bandara dan Daker Madinah. Jaringan pelayanan telah paripurna, bersiap menyambut jutaan doa yang akan dilangitkan oleh pengibadah haji.

Semoga Allah SWT senantiasa menitipkan kekuatan, kesehatan, dan keikhlasan yang tak bertepi bagi seluruh petugas haji Indonesia.

Biarlah kelelahan dan kurang tidur mereka menjadi saksi di Hari Akhir kelak, bahwa di Tanah Suci, mereka telah menenun pengabdian terbaiknya.

 Sumber: Antara

Tags: HajiMenyapa NusantaraPPIH
Previous Post

Bea Cukai Gorontalo Musnahkan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp1,2 Miliar

Next Post

Melawan, Residivis Curanmor Ini Tak Berkutik Usai Diringkus Resmob Polda Gorontalo

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi

Senin 31 Agustus 2026
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti sidang pleno voting opsi mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026) dini hari. Peserta Muktamar ke-35 NU menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari sistem 'one man one vote' (satu orang, satu suara) menjadi mekanisme 'Ahlul Halli wal Aqdi' (AHWA) dan pemilihan akan berlanjut pada Minggu (30/8) pagi. ANTARA FOTO/Syaiful Arifngasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, K.H Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Menyapa Nusantara

Gus Kikin Terpilih Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin 31 Agustus 2026
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)
Menyapa Nusantara

Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Seluler Wajib Beri Pilihan

Sabtu 29 Agustus 2026
Dok.NU Online
Menyapa Nusantara

Kerangka Diplomasi NU Menghadapi Multipolaritas Dunia

Jumat 28 Agustus 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Waspada Permen Impor Mengandung Narkoba

Jumat 28 Agustus 2026
Dokumentasi Kick Off dan Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) Tahun 2026. ANTARA/HO-KI Pusat
Menyapa Nusantara

Badan Publik Diminta Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi

Rabu 26 Agustus 2026
Next Post
JUA (33) residivis kasus pencurian saat diringkus tim Resmob Polda Gorontalo dibantu Polres Buol, Sulteng. (F.PoldaGorontalo)

Melawan, Residivis Curanmor Ini Tak Berkutik Usai Diringkus Resmob Polda Gorontalo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Oknum Supervisor Diler Gorontalo Terseret Dugaan Pelecehan Sales

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov-DPRD Gorontalo Sepakat IPERA 7 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasien BPJS Kesehatan di RSUD Ainun Diimbau Patuhi Jadwal Kontrol Rawat Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor Bea Cukai Gorontalo Gagalkan Peredaran Ribuan Kosmetik dan Roko Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 27 Mahasiswa UNG Siap Harumkan Nama Gorontalo di Peksiminas XVIII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.