No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

KKN-T II UNG Duwanga Dorong Ketahanan Pangan Lewat Akuaponik

Ramos by Ramos
Jumat 11 September 2026
in UNG
0
Screenshot

Screenshot

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif.

Upaya itu dilakukan melalui program optimalisasi pekarangan berbasis akuaponik yang dilaksanakan di Desa Duwanga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (10/9/2026).

Program inti tersebut memadukan budidaya ikan dan sayuran dalam satu sistem yang dinilai efisien dalam penggunaan lahan dan air. Melalui akuaponik, pekarangan rumah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi ruang produksi pangan bagi masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-T II UNG, Mita Alvionita, S.Pi., M.Si., mengatakan program tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat Desa Duwanga.

“Program ini menjadi salah satu program inti KKN-T II di Desa Duwanga. Kami melihat bahwa pemanfaatan pekarangan melalui sistem akuaponik dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menghasilkan ikan dan sayuran secara bersamaan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia,” ujar Mita.

Menurutnya, sistem akuaponik memungkinkan masyarakat melakukan budidaya meski memiliki keterbatasan lahan.

Akuaponik merupakan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman tanaman tanpa tanah dalam satu siklus air.

Baca Juga :  1.929 Camaba Lulus di UNG Lewat Jalur SNBP 2024

Dalam sistem tersebut, kotoran ikan dan sisa pakan akan diuraikan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Selanjutnya, tanaman membantu menyerap nutrisi sekaligus menjaga kualitas air sebelum dialirkan kembali ke kolam ikan.

Mita menyebut, sistem tersebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya penggunaan air yang lebih efisien, menghasilkan ikan dan sayuran secara bersamaan, serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Keunggulan akuaponik antara lain dapat menghemat penggunaan air karena air dialirkan secara berulang, menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu sistem, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia,” jelasnya.

Ia menambahkan, inovasi tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi lingkungan dan perubahan musim yang dapat memengaruhi ketersediaan air untuk kegiatan budidaya.

“Dalam kondisi musim kemarau seperti saat ini, diperlukan inovasi yang mampu mengoptimalkan penggunaan air dan lahan. Kehadiran UNG melalui program KKN-T diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dengan memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” tambah Mita.

Dalam penerapannya, masyarakat dapat membudidayakan ikan seperti nila yang dipadukan dengan berbagai tanaman sayuran, di antaranya kangkung, selada, maupun pakcoy.

Konsep tersebut memungkinkan limbah dari kolam ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Sementara tanaman berperan membantu menjaga kualitas air dalam sistem budidaya.

Baca Juga :  Jenazah Mahasiswa FIS UNG Diberangkatkan ke Sulawesi Tenggara

Kepala Desa Duwanga, Abdullah H. Parabuat, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan melalui akuaponik menjadi langkah positif untuk mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan di sekitar rumah.

Ia menilai sistem tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas karena memberikan manfaat ganda, yakni menghasilkan ikan sekaligus sayuran dalam satu sistem budidaya.

Dukungan pemerintah desa juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program setelah masa pelaksanaan KKN-T II UNG berakhir.

Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu mengembangkan sistem akuaponik secara mandiri di pekarangan masing-masing.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T II UNG Desa Duwanga ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan yang produktif.

Pengembangan budidaya ikan dan sayuran secara terpadu diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal.

Ke depan, program akuaponik tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu contoh pemanfaatan lahan terbatas menjadi lahan produktif di Desa Duwanga. (Rama/Gopos)

Tags: KKN Desa DuwangaMahasiswa UNGProgram Akuaponik
Previous Post

Pertamina dan Pemkot Makassar Percepat Normalisasi Antrean, Stok BBM Terjaga

Next Post

Dua Tersangka PETI dan Excavator Dilimpahkan ke Kejari Pohuwato

Related Posts

UNG

Pascasarjana UNG Perkuat Integritas Mahasiswa Lewat Kuliah Umum Antikorupsi

Rabu 9 September 2026
UNG

Universitas Airlangga Siap Bantu Pembinaan Prodi Kebidanan UNG

Selasa 8 September 2026
UNG

1.108 Mahasiswa UNG Diterjunkan ke Sekolah, Bawa Misi Perkuat Pendidikan Gorontalo

Selasa 8 September 2026
UNG

27 Mahasiswa UNG Siap Harumkan Nama Gorontalo di Peksiminas XVIII

Selasa 8 September 2026
UNG

Budidaya dan Pengolahan Sayur NUGRA, Mahasiswa KKN Tematik Tahap II UNG Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Panggulo Barat

Kamis 3 September 2026
UNG

Perkuat Ketahanan Remaja: Mahasiswa KKN-T II Desa Duwanga Gelar Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Selasa 1 September 2026
Next Post
Penyerahan Barang Bukti penangkapan dua alat berat jenis excavator di Kecamatan Dengilo. (Istimewa)

Dua Tersangka PETI dan Excavator Dilimpahkan ke Kejari Pohuwato

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Ditreskrimsus Polda Gorontalo Tangani 7 Kasus Dugaan Korupsi Dana PEN 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Haji Pepen Divonis 5 Tahun Penjara Korupsi Kanal Tanggidaa: Lebih Rendah Dari Tuntutan JPU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Vonis Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Kanal Banjir Tanggidaa Dibacakan Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Supervisor Diler Gorontalo Terseret Dugaan Pelecehan Sales

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Tersangka PETI dan Excavator Dilimpahkan ke Kejari Pohuwato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.