GOPOS.ID, UNG – Universitas Airlangga (UNAIR) menyatakan kesiapan membantu pengembangan dan pembinaan Program Studi Kebidanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNAIR dan UNG di Universitas Airlangga, Kamis (3/9/2026).
Prof. Muhammad Madyan mengatakan, rencana dukungan terhadap Prodi Kebidanan UNG sebelumnya telah dibahas melalui komunikasi antara Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR dan Dekan Fakultas Kedokteran UNG.
Menurutnya, UNAIR melalui Fakultas Kedokteran siap mengambil peran dalam membantu pembinaan Prodi Kebidanan UNG.
“Tentu saja pada kesempatan ini, kemarin sudah ada omongan-omongan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, di mana hal ini peran Universitas Airlangga untuk membantu Program Studi Kebidanan,” ujar Prof. Muhammad Madyan.
Ia menyambut baik rencana tersebut. Dukungan UNAIR diharapkan dapat dilakukan secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan Prodi Kebidanan UNG.
“Saya menyambut baik ini dan mudah-mudahan juga Bapak Ibu sekalian, dalam hal ini terutama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, itu bisa optimal dalam membantu pembinaan kepada Program Studi Kebidanan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengatakan kerja sama dengan UNAIR menjadi bagian dari upaya UNG untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.
Eduart menilai UNAIR merupakan salah satu contoh perguruan tinggi yang berhasil menjalani proses transformasi dan berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi besar.
“Kalau mau bicara tentang transformasi perguruan tinggi, bagaimana dia tumbuh berkembang menjadi besar, itu salah satu contoh yang paling baik adalah Airlangga,” kata Eduart.
Menurutnya, pengalaman UNAIR dalam menjalani proses transformasi menjadi pembelajaran penting bagi UNG. Pengalaman dan pengetahuan tersebut diharapkan dapat turut dibagikan melalui kerja sama yang kini dibangun.
“Airlangga berubah dengan prosesnya sendiri. Tentu suatu hal yang tidak bisa disimpan sendiri oleh Airlangga,” ujarnya.
Eduart mengungkapkan, Fakultas Kedokteran UNG masih tergolong muda, yakni baru berusia sekitar tujuh tahun. Kondisi tersebut membuat UNG perlu terus belajar dan membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki pengalaman lebih panjang.
“Kerja sama hari ini memang, kami takut salah melangkah. FK kami sendiri baru 7 tahun, tapi alhamdulillah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, MoU dengan UNAIR menjadi salah satu sarana bagi UNG untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, khususnya dalam pengembangan bidang kesehatan.
“Kami tahu kami harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kami dan MoU hari ini tentu menjadi sarana dan upaya kami untuk mewujudkan itu,” jelas Eduart.
Eduart berharap kerja sama yang dirintis bersama UNAIR dapat menjadi awal bagi UNG untuk terus berkembang, termasuk dalam penguatan dan pembinaan Prodi Kebidanan.
“InsyaAllah saya berharap betul apa yang kita rintis, kita mulai hari ini akan menjadi awal Airlangga membantu UNG untuk terus tumbuh,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Rektor dan jajaran UNAIR atas kesediaan membangun kolaborasi dengan UNG.
“Terima kasih pada Universitas Airlangga, terima kasih Pak Rektor atas kesediaannya,” tandas Eduart. (Rama/Gopos)








