GOPOS.ID, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya dan pengolahan sayuran di Desa Panggulo Barat, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (3/9/2026).
Program kerja inti bertajuk “Budidaya dan Pengolahan Sayur NUGRA” tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tempat menanam sayuran sekaligus mengolah hasilnya menjadi produk pangan bernilai tambah.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang perwakilan warga dari setiap dusun di Desa Panggulo Barat, serta dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Andi Desiah Pradilia, Mayasari Yamin, dan Indah Puspitasari. Hadir pula narasumber Rival Rahman dan Kepala Desa Panggulo Barat Novita Chaidir.
Salah satu kegiatan utama adalah demonstrasi budidaya sayuran menggunakan media tanam alternatif berbahan biochar dari limbah tongkol jagung.
Limbah tongkol jagung yang selama ini kerap dibuang diolah menjadi biochar, kemudian dicampurkan dengan tanah dan pupuk untuk digunakan sebagai media tanam. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mengurangi limbah pertanian.
DPL KKN Tematik UNG, Mayasari Yamin, M.Si., menjelaskan pentingnya membudidayakan sayuran karena memiliki manfaat bagi pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.
“Bagaimana kita membudidayakan tanaman sayuran yang notabene memang memiliki nilai gizi untuk tubuh dan kesehatan tentunya,” ujarnya.
Menurut Mayasari, budidaya sayuran di pekarangan diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara mandiri. Tanaman seperti pakcoy dan daun bawang relatif mudah dibudidayakan di sekitar rumah dan dapat membantu memenuhi kebutuhan sayuran keluarga.
Pemanfaatan biochar dari tongkol jagung juga menjadi alternatif media tanam, terutama pada kondisi musim kemarau. Biochar dapat membantu memperbaiki kondisi media tanam dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air sehingga mendukung pertumbuhan tanaman ketika ketersediaan air terbatas.
Sementara itu, narasumber Rival Rahman,S.P.M.Si mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, pekarangan rumah dapat digunakan untuk menanam kebutuhan sayuran sehari-hari, seperti pakcoy dan daun bawang. Dengan memproduksi sebagian kebutuhan sayur secara mandiri, masyarakat juga berpeluang mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Setelah pemaparan materi, masyarakat bersama mahasiswa KKN mempraktikkan pembuatan media tanam menggunakan campuran tanah, pupuk, dan biochar tongkol jagung. Penanaman pakcoy dan daun bawang dilakukan dalam bentuk sampel sebanyak 50 polybag yang ditanam.

Tidak hanya berhenti pada kegiatan budidaya, mahasiswa KKN Tematik UNG juga memperkenalkan pengolahan hasil sayuran menjadi produk pangan bernilai tambah melalui demonstrasi pembuatan NUGRA, yaitu nugget berbahan dasar sayuran.
Pengolahan ini menjadi bentuk hilirisasi hasil budidaya sehingga sayuran yang dihasilkan tidak hanya dikonsumsi dalam kondisi segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih tahan lama dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk bernilai jual.

Kepala Desa Panggulo Barat, Novita Chaidir, mengapresiasi program kerja inti mahasiswa KKN Tematik Tahap II UNG tersebut. Ia berharap kegiatan budidaya dan pengolahan sayur NUGRA dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir sehingga manfaat program dapat terus dirasakan dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan desa.
Program Budidaya dan Pengolahan Sayur NUGRA merupakan salah satu rangkaian program kerja inti mahasiswa KKN Tematik Tahap II di Desa Panggulo Barat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal desa.(alexagopos)








