No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Harga Beras dan Minyak Goreng di Gorontalo Tertinggi di Indonesia

Admin by Admin
Sabtu 25 Juli 2026
in Gorontalo
0
Kunjungan Presiden Prabowo ke Gorontalo pada PENAS belum lama ini. (Dok Foto Kementerian Sesneg)

Kunjungan Presiden Prabowo ke Gorontalo pada PENAS belum lama ini. (Dok Foto Kementerian Sesneg)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Sebulan setelah menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan 2026, Gorontalo justru menghadapi ironi di sektor pangan.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan bahwa hingga 22 Juli 2026, harga dua komoditas strategis, yakni beras dan minyak goreng, tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data PIHPS, harga minyak goreng di pasar tradisional Gorontalo mencapai Rp27.000 per kilogram pada 20 Juli 2026 dan kembali naik menjadi Rp27.100 per kilogram pada 22 Juli 2026. Angka tersebut menempatkan Gorontalo sebagai provinsi dengan harga minyak goreng pasar tradisional paling mahal secara nasional.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas beras. Selama tiga hari berturut-turut, mulai 20 hingga 22 Juli 2026, harga beras di pasar modern Gorontalo bertahan di angka Rp20.250 per kilogram. Meski tidak mengalami kenaikan, harga tersebut tetap menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia.

Perbandingan dengan sejumlah daerah lain menunjukkan kesenjangan harga yang cukup lebar. Di Jawa Tengah, misalnya, harga beras pada periode yang sama berada di kisaran Rp16.850 hingga Rp16.950 per kilogram, atau lebih rendah sekitar Rp3.300 dibandingkan Gorontalo. Sementara itu, harga minyak goreng termurah tercatat di Sulawesi Barat sebesar Rp23.250 per kilogram, terpaut hampir Rp4.000 dari harga di Gorontalo.

Ironi tersebut muncul tidak lama setelah Gorontalo menjadi pusat perhatian nasional melalui penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan, sebuah agenda yang selama ini dipromosikan sebagai ajang memperkuat sektor pertanian, perikanan, serta ketahanan pangan daerah. Harapannya, momentum tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki efisiensi rantai pasok sehingga berdampak pada stabilitas harga di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Sebanyak 35 Santri dan Guru Ponpes Hubulo Gorontalo Terpapar Covid

Namun realitas di lapangan menunjukkan manfaat tersebut belum tercermin pada harga kebutuhan pokok masyarakat. Setidaknya untuk dua komoditas utama, Gorontalo masih berada di posisi teratas sebagai provinsi dengan harga paling tinggi di Indonesia.

Distribusi Terganggu dan Biaya Logistik Meningkat

Pemerintah Provinsi Gorontalo menjelaskan bahwa tingginya harga pangan bukan disebabkan oleh meningkatnya permintaan semata, melainkan dipengaruhi berbagai persoalan distribusi dan logistik.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, mengatakan distribusi minyak goreng melalui jalur laut mengalami hambatan akibat penumpukan kontainer di Pelabuhan Gorontalo.

Menurutnya, keterbatasan operasional alat bongkar muat (crane), ditambah antrean panjang truk pengangkut yang harus mengisi BBM solar, menyebabkan proses bongkar muat berlangsung lebih lama.

“Pihak perusahaan pelayaran memilih menaikkan biaya sewa kontainer akibat dwelling time yang tinggi hingga lebih dari Rp20 juta per kontainer, sebelumnya sekitar Rp11 juta per kontainer. Ini berdampak pada kenaikan harga komoditas di tingkat distributor,” ujar Fayzal, Kamis (23/7/2026).

Hambatan distribusi tersebut menyebabkan biaya logistik meningkat secara signifikan dan akhirnya dibebankan kepada distributor hingga pedagang.

Persoalan tidak hanya terjadi di jalur laut. Distribusi melalui jalur darat juga terdampak antrean panjang kendaraan pengangkut yang mengisi BBM solar di sejumlah SPBU di Gorontalo maupun Sulawesi Tengah. Sebagian armada akhirnya menggunakan BBM nonsubsidi dengan biaya operasional yang lebih tinggi, sehingga harga jual komoditas ikut mengalami penyesuaian.

Baca Juga :  PPP Dulang 2 Kursi Dapil III Dekot Gorontalo

Untuk komoditas beras, kenaikan harga dipengaruhi menurunnya produksi akibat musim kemarau panjang. Di saat yang sama, pasokan dari luar daerah ikut terlambat masuk karena terganggunya distribusi.

“Penurunan pasokan distribusi, jumlah produksi barang pokok, dan adanya kebijakan kenaikan harga dari pihak distributor, khususnya komoditas minyak goreng dan beras yang masuk ke pasar rakyat menyebabkan pedagang mengambil langkah menaikkan harga jual barang pokok,” kata Fayzal.

Momentum Nasional Belum Menyentuh Harga Konsumen

Data tersebut menjadi catatan penting bahwa penyelenggaraan agenda nasional berskala besar seperti PENAS belum otomatis berdampak pada penurunan harga pangan di daerah penyelenggara.

Penguatan sektor pertanian melalui promosi, pameran, maupun peningkatan jejaring produksi memang penting. Namun tanpa pembenahan distribusi, logistik, dan rantai pasok, manfaatnya belum tentu dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk harga pangan yang lebih terjangkau.

Kondisi Gorontalo menunjukkan bahwa tantangan utama tidak semata berada pada aspek produksi, melainkan juga pada efisiensi distribusi barang, konektivitas antarpulau, biaya logistik, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi pangan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar berbagai program penguatan sektor pertanian benar-benar berdampak pada stabilitas harga. Tanpa pembenahan tersebut, keberhasilan penyelenggaraan agenda nasional berpotensi hanya menjadi capaian seremonial, sementara masyarakat tetap harus menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok sehari-hari. (adm-01/gopos)

Tags: Beras mahal
Previous Post

Cuaca Buruk jadi Kendala Pencarian 11 Wisatawan Hilang di Perairan Teluk Tomini

Next Post

Tersangka Febrie Adriansyah Ditahan Selama 20 Hari ke Depan di Rutan KPK

Related Posts

Gorontalo

Pengakuan Karyawan PT GM saat Demo Penambang: Dikejar, Barang Berharga Hilang 

Minggu 1 November 2026
Gorontalo

Bulog Sisir Jalur Distribusi Beras SPHP, Harga di Gorontalo Masih Terkendali

Sabtu 31 Oktober 2026
Gorontalo

Bersama Ombudsman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo Dorong Penguatan Pelayanan Publik 

Sabtu 31 Oktober 2026
Gorontalo

PT Gorontalo Minerals Hargai Aspirasi Masyarakat, Namun Kecam Aksi Anarkis

Sabtu 31 Oktober 2026
Gorontalo

Gorontalo Matangkan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan HUT ke-55 Korpri

Jumat 30 Oktober 2026
Gorontalo

Dugaan Asusila Anak di Gorontalo, Perlindungan Korban Jadi Sorotan

Jumat 30 Oktober 2026
Next Post
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Tersangka Febrie Adriansyah Ditahan Selama 20 Hari ke Depan di Rutan KPK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kejati Tahan Eks Pj Gubernur Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Santriwati Meninggal Tenggelam, Keluarga Polisikan Pimpinan Ponpes Hubulo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Perintah” Eks Pj Gubernur ke Syukri Botutihe Proyek Video Wall Kini Didalami Kejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Aksi Penambang Suwawa Diduga Jarah Gudang Logistik PT GM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat DPO, Oknum Notaris Hartati Haridji Diringkus Kejaksaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.