GOPOS.ID, GORONTALO – Sejumlah karyawan PT GM mengaku barang ketakutan saat aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah penambang suwawa beberapa waktu lalu.
Al Ansar Umar, Karyawan PT Gorontalo Mineral dalam keterangannya Pada hari jumat sekitar pukul 10.00 Wita karyawan yang ada di area main camp sungai Max mendapat informasi untuk segera menjauh dari area camp sungai Max. Beberapa menit kemudian masa sudah mulai berdatangan ke area camp, dan juga di area jalan perusahaan, beberapa masa mencoba meyusuri area sungai Max dan berhasil mendapatkan 5 karyawan, 3 karyawan tidak lagi melarikan diri karena sudah di kepung masa tapi 2 karyawan berhasil lari ke area hutan.
“Kami diteriaki Napa Dorang (ini mereka) dan di lempari batu,” ujarnya menerangkan.
Selain itu 3 karyawan yang berhasil mereka amankan sudah ikut mereka ke area camp sungai Max, setelah datang di dapati masa sudah sangat banyak dan beberapa masa sudah masuk ke area mes, kamar, dapur dan juga gudang logistic serta sudah mulai melakukan penjarahan, mulai dari barang karyawan, Bahkan ada yang mau mencoba bakar mushola namun di tegur oleh rekannya sendiri.
Lukman Mertosono (Karyawan PT Gorontalo Mineral) mengaku saat itu mau mengamankan diri namun di teriaki oleh masa aksi.
“jangan lari, kalau lari torang mau kasih sakit,” ujarnya.
Karena semakin banyak masa aksi yang masuk kedapur dan tidak kebagian makanan untuk dimakan mereka mulai mulai menggeladah.
“Saya perkirakan untuk bagian dapur kerugian mencapai puluhan juta Rupiah rupiah,” tegasnya.
Bahkan ada kamar-kamar karyawan mereka bongkar dan banyak barang berharga hilang.
Kerugian Akibat Penjarahan Yang Di Duga Di Lakukan Masa Aksi Masih Sementara Di Hitung Oleh Managemen PT Gorontalo Mineral. (Putra/Gopos)







