GOPOS.ID, GORONTALO – Fakultas Hukum Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) melaksanakan kunjungan akademik ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo sebagai bagian dari penguatan sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum UNBITA guna memperluas wawasan terkait praktik penegakan hukum, khususnya pada bidang tindak pidana khusus yang terus berkembang seiring dinamika sosial dan teknologi.
Dekan Fakultas Hukum UNBITA, Arif Mahfudin Ibrahim, menegaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa hukum tidak cukup hanya melalui pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga harus diimbangi dengan pemahaman praktik penegakan hukum secara langsung.
“Mahasiswa hukum harus memahami bagaimana hukum diimplementasikan di lapangan. Karena itu, sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi penting untuk membangun kompetensi yang lebih aplikatif dan kontekstual,” ujar Arif.
Ia menilai perkembangan tindak pidana khusus, seperti kejahatan siber, tindak pidana korupsi hingga kejahatan ekonomi, menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang adaptif dan memiliki kapasitas analitis yang kuat.
“Dinamika kejahatan saat ini semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa hukum harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman yang relevan terhadap tantangan hukum kontemporer,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Bisnis UNBITA, Sri Wahyuni Moha, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan agar mahasiswa memiliki pemahaman lebih komprehensif terhadap proses penanganan perkara.
“Mahasiswa perlu melihat secara langsung mekanisme penegakan hukum agar mampu menghubungkan teori yang dipelajari dengan praktik yang terjadi di institusi penegak hukum,” ungkap Sri Wahyuni.
Menurutnya, interaksi langsung dengan aparat penegak hukum memberikan pengalaman akademik yang tidak dapat diperoleh hanya melalui literatur maupun diskusi di ruang kelas.
“Pengalaman lapangan seperti ini penting untuk membentuk perspektif mahasiswa agar lebih realistis dalam memahami proses penegakan hukum dan tantangan praktiknya,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai tugas dan fungsi Ditkrimsus Polda Gorontalo, mekanisme penanganan perkara, hingga tantangan penegakan hukum pada tindak pidana khusus.
Arif Mahfudin Ibrahim mengatakan, pengalaman tersebut penting dalam membangun kesiapan profesional mahasiswa sejak dini.
“Mahasiswa perlu dipersiapkan agar tidak hanya memahami norma hukum, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi realitas praktik penegakan hukum secara profesional,” katanya.
Ia juga berharap sinergi antara Fakultas Hukum UNBITA dan Ditkrimsus Polda Gorontalo dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan hukum.
“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen mencetak lulusan hukum yang unggul, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








