GOPOS.ID, GORONTALO– Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) mencatat capaian strategis dalam penguatan riset dengan lolosnya 22 dosen pada program pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Capaian ini merujuk pada surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026 tertanggal 9 April 2026, yang mengumumkan penerima pendanaan program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi riset, hingga inovasi seni nusantara.
Ketua Tim Kerja Penguatan Riset dan Pengabdian Masyarakat LLDIKTI Wilayah XVI, Dr. Novel Acub Umar, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan peningkatan kualitas proposal yang diajukan oleh dosen UNBITA yang semakin selaras dengan arah kebijakan nasional berbasis dampak.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kualitas proposal yang diajukan semakin kompetitif dan telah mampu menjawab tuntutan riset yang berorientasi pada solusi dan dampak nyata,” ujar Dr. Novel Acub Umar.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNBITA, Andi Yusuf Katili, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi akseleratif yang secara konsisten dilakukan oleh institusi dalam memperkuat kapasitas dosen.
“Kami melakukan pendampingan secara terstruktur melalui klinik proposal, review internal, serta penguatan substansi agar setiap usulan memiliki kualitas yang sesuai dengan standar pendanaan nasional,” ungkap Andi Yusuf Katili.
Dr. Novel Acub Umar menambahkan bahwa program pendanaan tahun 2026 mencakup berbagai skema strategis, mulai dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi riset prioritas, riset konsorsium unggulan berdampak, hingga inovasi seni nusantara yang semuanya diarahkan untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.
“Ragam skema pendanaan ini memberikan ruang yang luas bagi dosen untuk mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pembangunan,” jelasnya.
Menindaklanjuti peluang tersebut, Andi Yusuf Katili menegaskan bahwa UNBITA secara aktif mengarahkan dosen untuk memanfaatkan berbagai skema pendanaan tersebut secara optimal melalui pendekatan yang terintegrasi.
“Kami memastikan setiap dosen memahami karakteristik skema pendanaan sehingga dapat menyesuaikan proposal dengan kebutuhan program yang ditawarkan,” tambahnya.
Dr. Novel Acub Umar juga menekankan bahwa pendanaan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendiktisaintek dalam mendorong penguatan riset, hilirisasi, dan pengabdian yang berdampak luas, sejalan dengan agenda Diktisaintek Berdampak.
“Pendanaan ini bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga instrumen untuk mendorong perguruan tinggi menghasilkan solusi konkret bagi berbagai permasalahan pembangunan,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Andi Yusuf Katili menyampaikan bahwa UNBITA akan mengarahkan hasil riset dosen agar tidak berhenti pada output akademik semata, tetapi juga memiliki nilai implementatif.
“Kami mendorong agar setiap penelitian dapat dihilirisasi menjadi produk, model, atau rekomendasi kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Novel Acub Umar menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pelaksanaan program yang didanai, termasuk melalui mekanisme kontrak, pencairan dana, serta pelaporan kegiatan yang telah diatur oleh kementerian.
“Pelaksanaan program harus dilakukan secara terencana dan akuntabel agar seluruh luaran yang ditargetkan dapat tercapai secara optimal,” tegasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Andi Yusuf Katili memastikan bahwa LPPM UNBITA akan melakukan pengawalan menyeluruh terhadap pelaksanaan program, mulai dari tahap administrasi hingga pelaporan akhir.
“Kami akan memastikan seluruh tahapan, mulai dari kontrak hingga pelaksanaan kegiatan, berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan luaran yang berkualitas,” jelasnya.
Dr. Novel Acub Umar berharap capaian ini dapat menjadi momentum berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas riset di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di wilayah LLDIKTI XVI.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas riset yang berdampak luas,” pungkasnya.
Menutup capaian tersebut, Andi Yusuf Katili menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen UNBITA yang telah berhasil lolos pendanaan, sekaligus mendorong sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam penguatan riset.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif, dan kami berharap dapat menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya. (Rama/Gopos)








