GOPOS.ID, TILAMUTA – Ketua Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boalemo Arman Naway mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo dalam menurunkan angka kekerdilan (stunting) di daerah tersebut. Apresiasi ini disampaikan menyusul capaian membanggakan yang ditorehkan Pemkab Boalemo.
Capaian tersebut diraih berkat kinerja optimal Dinas Kesehatan bersama seluruh tenaga kesehatan di lapangan. Boalemo berhasil menurunkan angka stunting hingga mencapai 50 persen. Hasilnya, daerah ini masuk dalam nominasi 10 besar secara nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Arman Naway menegaskan, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi pemerintah daerah, melainkan hasil dari kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan anak di Boalemo.
”Capaian ini sangat membanggakan bagi kita semua. Penurunan angka stunting hingga 50 persen membuktikan bahwa Pemkab Boalemo, melalui Dinas Kesehatan, bekerja dengan serius dan terarah,” ujar Arman Naway, Jumat (14/11/2025).
“Masuknya Boalemo dalam nominasi 10 besar tingkat nasional adalah prestasi luar biasa yang patut kita apresiasi,” imbuh dia.
Arman lebih lanjut menegaskan, DPRD Boalemo akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program kesehatan, terutama yang berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru capaian ini harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan penanganan stunting dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Arman.
Ia berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh elemen untuk terus memperkuat edukasi, meningkatkan akses layanan kesehatan, dan memastikan setiap anak Boalemo mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperluas cakupan program gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga, agar penurunan angka stunting dapat dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” tutup Arman.(Yusuf/Gopos)








