GOPOS.ID, WONOSARI – Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Aula Kantor Camat Wonosari, Kamis (21/5/2026).
Dalam rapat itu, Bupati Boalemo, Rum Pagau, menyoroti perkembangan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat yang mengalami penurunan. Dari jumlah awal sekitar 70 siswa, saat ini tersisa 54 siswa yang masih aktif mengikuti kegiatan belajar.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap bersyukur program tersebut masih berjalan dan berkomitmen melakukan pembenahan agar pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat lebih maksimal.
Menurut Rum, pembangunan Sekolah Rakyat Unggulan (SRU) di Kecamatan Wonosari terus dipercepat. Ia menyebut fasilitas untuk jenjang kelas 1 SD, SMP, hingga SMA ditargetkan mulai dapat dimanfaatkan pada Juni 2026.
“Berdasarkan laporan pengawas pelaksana, bangunan Sekolah Rakyat di Wonosari mulai bulan Juni sudah bisa digunakan,” ujar Rum
Selain pembangunan gedung, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang. Pada 22 hingga 23 Mei 2026, sekitar 20 kontainer perlengkapan sekolah dijadwalkan tiba di Pelabuhan Gorontalo sebelum dikirim ke Wonosari pada 25 Mei mendatang.
“Dinas terkait segera menyiapkan tempat yang akan digunakan, untuk penyimpanan dan perakitan sarana sekolah, agar distribusi dan pemasangan fasilitas dapat berjalan lancar,” ungkap Rum
Rum menjelaskan, perlengkapan yang datang nantinya masih harus dirakit, termasuk meja dan kursi, sehingga membutuhkan lokasi yang cukup luas untuk proses perakitan.
“Kami berharap pengembangan Sekolah Rakyat unggulan di Wonosari, dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan kualitas pendidikan di daerah,” tutup Rum (Yusuf/Gopos)








