GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Penghargaan SAKIP Award 2026 tingkat Kabupaten Bone Bolango bukan sekadar seremoni pemberian apresiasi. Di balik penghargaan tersebut, ada tuntutan agar setiap perangkat daerah terus membuktikan kinerjanya melalui pelayanan publik yang semakin efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolingguhu, saat memberikan sambutan sekaligus menyerahkan SAKIP Award 2026 kepada perangkat daerah penerima penghargaan di Hotel Aston Kota Gorontalo, Selasa (8/9/2026) malam.
Menurut Risman, penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang akuntabel. Karena itu, penghargaan yang diberikan tidak boleh berhenti sebagai simbol keberhasilan, tetapi harus menjadi pemantik untuk memperbaiki kualitas kinerja birokrasi.
“Penghargaan yang diberikan malam ini bukan sekadar piagam, tetapi bentuk apresiasi atas kerja keras, inovasi, dan kreativitas seluruh perangkat daerah dalam melayani masyarakat,” ujar Risman.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang berhasil meraih penghargaan. Capaian tersebut, kata dia, patut dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
Risman juga mengingatkan agar penghargaan tidak membuat perangkat daerah berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih baik dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan berhenti sampai di sini. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Ia menekankan, tujuan akhir dari penerapan akuntabilitas kinerja bukan semata-mata mengejar nilai atau penghargaan. Lebih jauh, seluruh proses tersebut harus bermuara pada tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, serta mampu mendorong kemajuan daerah.
Karena itu, Risman mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menjadikan budaya akuntabilitas kinerja sebagai bagian dari keseharian birokrasi. Setiap program dan kegiatan harus memiliki arah yang jelas, terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun budaya akuntabilitas kinerja di setiap lini pemerintahan dengan semangat, kolaborasi, dan tanggung jawab,” pungkasnya. (Firsa/Gopos)








