No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Apa yang Salah Dari Penyebaran Informasi Kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo?

Penulis: Andi Arifuddin - Ketua Bidang Advokasi PWI Gorontalo

Admin by Admin
Minggu 20 Juli 2025
in Perspektif
2
Andi Arifuddin -

Andi Arifuddin -

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BELAKANGAN ini begitu ramai tentang protes kebijakan penyebaran informasi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui aparatur sipil negara (ASN). Lantas apa yang salah dari kebijakan tersebut?

Sebagai orang media, penulis tentu setuju dengan kebijakan ini. Sebab diera banjir informasi sekarang ini, banyak ASN yang kurang fokus terhadap kinerja pemerintahnya sendiri. Kurang upadate dengan informasi di daerahnya dan tentang apa yang sudah dilakukan oleh kepala daerah. Karena bagi mereka, kinerja pemerintah sekarang lebih banyak dengan agenda seremonial. Itu karena informasi yang mereka dapati secara mandiri hanya tentang agenda seremonial.

Padahal tanpa mereka sadari, pemimpin mereka sedang giat-giatnya untuk meningkatkan perekonomian daerah, maupun mensinergikan program pusat dan daerah. Itulah yang kemudian diinformasi oleh Gubernur-Wakil Gubernur Gorontalo agar bisa diketahui dikalangan ASN.

Berita-berita ini seakan tak menarik bagi mereka (ASN), tetapi jika ada berita tentang kebijakan kenaikan gaji, kapan waktu pencairan gaji 13-14, dan mutasi pegawai. Informasi ini pasti akan sangat diburu oleh ASN kita. Karena dalam informasi itu terdapat ‘kepentingan’ dari ASN.

Baca Juga :  Efektivitas Cyber Counseling di Tengah Pandemi Covid-19

Penyebaran informasi melalui ASN di Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah sangat pas. Agar mereka tahu apa yang telah dilakukan oleh kepala daerah mereka. Gunanya informasi ini juga agar dikonsumsi oleh ASN. Supaya mereka tahu perkembangan yang terjadi di daerah. Kebijakan apa yang telah dibuat, sehingga ketika ada masyarakat yang bertanya tentang kinerja kepala daerah atau pemimpin daerah, mereka dengan mudah untuk menyampaikan pertanggungjawaban itu kepada masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri juga, bagi sebagai ASN-ASN ini pasti ada yang hanya menggugurkan kewajiban. Yang penting share berita, tanpa dibaca atau dilihat hingga tuntas. Sehingga mereka pun tak paham subtansi dari informasi yang dibagikan. Yang penting sudah share berita, kinerja pun jalan. Tidak seperti itu konsepnya.

Apa yang dilakukan oleh Gusnar Ismail dan Idah Syahidah saat ini untuk mewujudkan kebutuhan informasi kepada masyarakat tentang kinerja mereka. Mengapa beberapa kepala daerah di pulau Jawa sangat dikenal? Itu karena program kerja mereka didistribusikan melalui media. Mereka bahkan menggunakan media sosial pribadi mereka untuk melaporkan kinerjanya kepada masyarakat. Karena jumlah follower yang sudah sangat banyak.

Baca Juga :  Local Branding: Tak Cukup Sekadar Khas Daerah

Sehingga otomatis ini menjadi konsumsi publik yang sangat luas. ASN disana bagaimana? Mereka juga ikut menshare informasi. Berbagai upaya itu dilakukan agar kebijakan daerah sampai ke telinga masyarakat. Akses informasi sekarang sudah sangat mudah, sehingga butuh sedikit sentuhan agar informasi itu sampai ke masyarakat yang lebih luas lagi.

Kebijakan pemerintah Gorontalo sendiri tidak hanya berfokus kepada masyarakat Gorontalo, tapi sebisa mungkin lebih luas lagi. Sebab untuk menjadikan satu konten yang viral itu tidak semudah dengan apa yang dikritik oleh sebagain orang yang kurang paham dengan kebutuhan informasi itu. Jika ada yang tidak suka dengan cara pemerintah provinsi Gorontalo dalam melaporkan kinerja pemerintahannya, mungkin orang itu memang tidak butuh dengan informasi tersebut. (adm-01/gopos)

Tags: Kinerja Pemerintah provinsi Gorontalo
Previous Post

Pantai Pohon Cinta Marisa Jadi Destinasi Favorit Liburan Warga

Next Post

Wali Kota Kotamobagu Gelar Silaturahmi di Bilalang Satu: Sinergi untuk Pembangunan

Related Posts

Perspektif

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin 1 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Perspektif

Di Balik Pengakuan Bersalah, Adakah Keadilan untuk Korban?

Rabu 20 Mei 2026
Husin Ali - Antropolog
Perspektif

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Jumat 15 Mei 2026
Perspektif

Biografi Azis Rachman: Meniti Jalan Pengabdian dan Kepemimpinan

Sabtu 2 Mei 2026
Perspektif

Menuju Pengajaran Bahasa Inggris Inklusif: Lepas dari Belenggu “Native-Like”

Jumat 24 April 2026
Next Post

Wali Kota Kotamobagu Gelar Silaturahmi di Bilalang Satu: Sinergi untuk Pembangunan

Comments 2

  1. gacormen berkata:
    Senin 21 Juli 2025 pukul 4:58 am

    gacormen

    Reply
  2. Anonim berkata:
    Senin 21 Juli 2025 pukul 8:03 am

    Kebijakannya benar dan baik untuk kebutuhan informasi publik, tp ketika dibarengi dengan sanksi denda atau sejenisnya itu yang jadi soal. Problem ASN tentang lupa atau bahkan tidak memiliki data dalam penyebaran info kinerja pemda tidak bisa dilhat sederhana, itu adalah bagian dri problem keseharian mereka. Mka penting kebijakan yang harus bijaksana. Edward III dalam Widodo (2012) salah satu istrumen suksesnya implementasi suatu kebjakan adalah adanya dukungan sumber daya berupa ketersediaan sarana pendukung yang dijalankan oleh aktor pelaksnaa kebjjakan dan dilakukan secara sadar dan sukarela.

    Maka ASN perlu ada dukungan sumber daya untuk melaksanakan kebijakan itu, tanpa ada konsekuensi sanksi bagi meraka yang tdk bisa melaksanakan dengan alasan tertentu.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • SIM Digital Resmi Hadir, Ini Langkah Mudah Aktivasi Lewat HP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone Tutup Usia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Gorontalo Kota Sita 13 Unit Kendaraan Diduga Terlibat Balap Liar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riset Mahasiswa UNBITA Jadi Masukan BPBD, Petakan Kerentanan Banjir di Dumbo Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kronologis Satu Pekerja Tewas di Tambang Suwawa Timur 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.