GOPOS.ID, TILAMUTA – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara resmi membuka Koko’o Boalemo, di depan Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Kamis (19/2/2026).
Pembukaan ditandai dengan prosesi penabuhan kentungan, sebuah tradisi yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Boalemo, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan Koko’o Boalemo merupakan ajang pelestarian budaya lokal yang mengajak masyarakat untuk membangunkan sahur secara tradisional. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan kebersamaan antarwarga.
Peserta mengelilingi berbagai wilayah di Kabupaten Boalemo sambil menabuh kentungan. Suara kentungan yang bergema di seluruh penjuru desa dan kota membawa semangat persatuan serta syiar Islam, menandai dimulainya malam-malam Ramadhan dengan nuansa kearifan lokal.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menyampaikan Koko’o Boalemo bukan sekadar tradisi, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo.
“Kegiatan ini menjadi sarana mendekatkan generasi muda pada nilai-nilai sosial, kebersamaan, dan spiritualitas,” ujar Lahmuddin
Koko’o Boalemo diharapkan tidak hanya menjadi hiburan atau tradisi tahunan, tetapi juga mampu menjadi media edukasi budaya dan penguatan nilai-nilai sosial, sekaligus mempererat hubungan antarwarga di setiap komunitas.
Tradisi ini menurut Lahmuddin pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan syiar agama, membentuk identitas masyarakat yang religius, harmonis, dan berbudaya.
“Tradisi membangunkan sahur dengan kentungan ini mencerminkan kearifan lokal kita yang kaya akan nilai kebersamaan. Saya berharap kegiatan Koko’o Boalemo dapat terus dilestarikan, sekaligus menjadi sarana membangun semangat persatuan di bulan suci Ramadhan,” tutup Lahmuddin (Yusuf/Gopos)








