GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) melaksanakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (11/7/2026) di Aula Inovasi UNBITA. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari mekanisme evaluasi dan penetapan hasil studi mahasiswa sekaligus momentum refleksi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran selama satu semester.
Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa yudisium semester tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan universitas.
“Yudisium semester merupakan instrumen akademik untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Melalui forum ini kita tidak hanya menetapkan hasil studi mahasiswa, tetapi juga melakukan refleksi terhadap kualitas pembelajaran agar terus mengalami perbaikan dari semester ke semester,” ujar Ellys.
Menurutnya, evaluasi akademik yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu indikator penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.
“Universitas harus membangun budaya evaluasi yang berkelanjutan. Setiap capaian akademik menjadi bahan untuk memperkuat proses pembelajaran berikutnya sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ellys juga menekankan bahwa peningkatan mutu akademik tidak hanya menjadi tanggung jawab dosen, tetapi memerlukan komitmen mahasiswa dalam membangun budaya belajar yang disiplin, aktif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.
“Mahasiswa harus memanfaatkan hasil evaluasi semester sebagai motivasi untuk terus berkembang. Prestasi akademik tidak dibangun dalam satu waktu, tetapi melalui proses belajar yang konsisten, disiplin, serta kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan diri,” katanya.
Ia menjelaskan, UNBITA terus melakukan penguatan sistem akademik melalui implementasi Outcome Based Education (OBE), pengembangan kurikulum adaptif, peningkatan kualitas dosen, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran.
“Mutu akademik tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui kurikulum yang relevan, proses pembelajaran yang berkualitas, evaluasi yang objektif, serta komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga standar pendidikan tinggi,” tegasnya.
Selain menjadi forum evaluasi akademik, yudisium semester juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap capaian belajar selama satu semester dan menyusun strategi peningkatan prestasi pada semester berikutnya.
“Setiap semester adalah tahapan penting dalam perjalanan akademik. Jadikan hasil yang diperoleh hari ini sebagai pijakan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang,” ungkap Ellys.
Di akhir sambutannya, Rektor UNBITA mengajak seluruh sivitas akademika menjaga budaya akademik yang sehat melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan universitas.
“Saya berharap yudisium ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga kualitas akademik UNBITA. Dengan budaya mutu yang terus berkembang, saya optimistis Universitas Bina Taruna Gorontalo akan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kegiatan yudisium berlangsung khidmat dan diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Bina Taruna Gorontalo. (Rama/Gopos)








