GOPOS.ID, GORONTALO – Komitmen menciptakan lingkungan bersih dari penyalahgunaan narkotika diperkuat melalui Deklarasi Kelurahan Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo bersama Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA), Senin (29/6/2026).
Deklarasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Produktif (KKLP) UNBITA Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan ikut mengintegrasikan program pencegahan narkoba dalam pengabdian masyarakat selama 45 hari di sembilan kecamatan di Kota Gorontalo.
Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa persoalan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia meminta mahasiswa KKLP menjadi agen perubahan yang mampu membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.
“Jadikan program Kelurahan Bersih dari Narkoba sebagai gerakan edukatif yang membangun kesadaran masyarakat. Mahasiswa harus hadir membawa solusi dan menggerakkan masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat serta bebas narkotika,” ujar Dr. Ellys.
Sementara itu, perwakilan BNN Provinsi Gorontalo, Abdul Muchars Daud, S.E., M.A.P., mengapresiasi langkah kolaborasi bersama UNBITA. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi strategi penting dalam memperluas edukasi pencegahan narkoba hingga ke tingkat masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen edukasi. Melalui KKLP, pesan bahaya narkoba diharapkan tidak hanya berhenti dalam kegiatan sosialisasi, tetapi sampai kepada keluarga, komunitas, dan lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan KKLP 2026, mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan seperti edukasi masyarakat, penyuluhan bagi pelajar dan pemuda, kampanye hidup sehat, hingga penguatan kerja sama bersama pemerintah kelurahan.
Dr. Ellys menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi KKLP UNBITA yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan strategis di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyelesaikan persoalan bangsa. Mahasiswa harus membawa literasi, memperkuat ketahanan sosial, dan menanamkan kesadaran bahwa narkoba merupakan ancaman bagi masa depan generasi muda,” katanya.
Abdul Muchars Daud menambahkan, program Kelurahan Bersinar bukan sekadar sebuah predikat, tetapi merupakan gerakan sosial yang dibangun melalui edukasi, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.
Ia berharap sinergi antara BNN dan UNBITA dapat terus berlanjut setelah pelaksanaan KKLP selesai.
“Pencegahan narkoba akan lebih efektif ketika dilakukan bersama masyarakat. Kami percaya mahasiswa UNBITA mampu menjadi bagian dari gerakan besar membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.
Melalui deklarasi ini, UNBITA dan BNN Gorontalo menegaskan komitmen bersama bahwa pengabdian mahasiswa bukan hanya menghasilkan kegiatan, tetapi menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kota Gorontalo. (Rama/Gopos)








