GOPOS.ID, TOMILITO — Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo Utara selidiki penyebab kebakaran melanda gedung SMP Negeri 3 Tomilito di Desa Bubode, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang terjadi pada Selasa kemarin (8/9/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Peristiwa tersebut menghanguskan empat ruangan yang terdiri atas tiga ruang kelas dan satu gudang arsip. Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 26 meter x 9 meter.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Identifikasi Polres Gorontalo Utara menemukan titik awal api diduga berasal dari bagian plafon ruang kelas 9 yang berada di sisi kiri gedung.
Api kemudian merambat ke bagian gedung lainnya hingga menyebabkan sejumlah ruangan terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan instalasi listrik pada gedung tersebut hanya tersambung dari bangunan di sebelahnya menggunakan kabel jenis Eterna berukuran 2×2,5 milimeter. Instalasi itu tidak memiliki meteran maupun MCB listrik tersendiri.
Kapolres Gorontalo Utara, AKBP Ahmad Eka Perkasa melalui Kasat Reskrim AKP Sofyan T. Ishak menjelaskan dalam pemeriksaan awal juga diketahui tidak terdapat barang elektronik yang sedang terhubung dengan aliran listrik saat kebakaran terjadi.
Salah seorang saksi, M. Firman Hilahapa, mengatakan dirinya meninggalkan area sekolah sekitar pukul 14.40 WITA dalam kondisi bangunan masih aman dan belum menunjukkan tanda-tanda kebakaran.
Sementara itu, saksi lainnya yang merupakan siswa, Aura Tahir dan Aulia Djafar, mengaku terakhir mengunci sejumlah ruang kelas sekitar pukul 13.40 WITA. Sebelum mengunci ruangan, keduanya memastikan kondisi ruang kelas masih dalam keadaan aman.
“Kebakaran diketahui setelah seorang siswa, Saher, sekitar pukul 17.40 WITA masuk ke area sekolah untuk mengambil bola yang secara tidak sengaja melewati pagar,” jelas AKP Sofyan.
Lanjutnya, saat berada di sekitar gedung, Saher merasakan suhu yang sangat panas dan melihat asap tebal keluar dari bagian ventilasi gudang. Ia kemudian bersama teman-temannya berteriak memberitahukan bahwa gedung sekolah terbakar.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya potongan kabel bekas terbakar, potongan kabel sambungan dari gedung sebelah, sakelar lampu bekas terbakar, potongan kayu jendela, dua potongan kaca, peteng lampu bekas terbakar, serta satu buah gembok ruangan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian materiel akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar ratusan juta,” ujarnya.
Penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan dugaan sementara hasil olah tempat kejadian perkara dan dapat berkembang sesuai hasil pemeriksaan lebih lanjut. (Isno/gopos)






