GOPOS.ID, GORONTALO – Pedagang kuliner di jalan Kalimantan-Madura (Kalimadu) Kota Gorontalo mengungkap alasan pusat kuliner tersebut sunyi pembeli. Menurut para pedagang, salah satu faktor yang menyebabkan kawasan Kalimadu sunyi adalah parkir.
Seperti yang diungkapkan Fakhri Katjong, bahwa pembeli kadang terpaksa harus membayar parkir dua kali karena membeli di tempat yang berbeda di kawasan tersebut. Sementara harga parkir yabg harus dibayarkan sudah setara satu porsi jajanan yang dijual oleh rekan-rekannya.
“Harga satu kali parkir itu Rp3.000. Sementara pembeli kadang ada yang beli minuman di tempat saya dan cemilan di ujung tempat kawan saya. Bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan dalam dua kali berhenti,” kata Fakhri.
Selain parkir, mahasiswa Arsitektur di Unisan Gorontalo ini juga mengaku ada penurunan pendapatan ini dirasakannya karena penataan dan penerapan car free night oleh Pemerintah Kota Gorontalo.
Sebelumnya, Fakhri bisa mengantongi uang sebesar Rp500 ribu bahkan lebih per malam. Belakangan, jumlah tersebut menurun seiring dengan penerapan kebijakan Car Free Night oleh Pemkot Gorontalo.
“Sekarang itu bahkan pernah cuma dua pembeli dalam satu malam. Sebelumnya, baik malam minggu atau malam biasanya pendapatan kami selalu sama. Kini sudah menurun drastis,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Jihan Ayu. Perempuan yang berprofesi sebagai guru PAUD itu menuturkan beberapa teman pedagang sudah banyak yang harus menutup lapak karena tidak kawasan kuliner Kalimadu tidak seramai dulu.
“Bahan makanan yang kami jual itu mudah basi, tidak mungkin kami jual lagi. Sementara kondisi sekarang sepi pengunjung. Jadi kami rugi,” kata Jihan.
Jihan berharap bahwa pemerintah setempat bisa melakukan evaluasi lagi kebijakan yang sudah diterapkan. Pasalnya, penerapan Car Free Night dulu diwacanakan masih percobaan tapi hingga kini tidak kunjung dievaluasi.

“Kalau itu masih percobaan, harusnya harus dievaluasi lagi apakah kebijakan itu baik untuk pedagang atau tidak. Faktanya pasca penerapan kebijakan itu keuntungan kami malah menurun,” ungkapnya lagi.
Lebih jauh, dirinya menambahkan, perihal parkir berlangganan yang juga sudah menjadi kebijakan pemerintah kota belum dirasakan manfaatnya hingga saat ini.
“Itu kebijakan yang bagus, semoga bisa berdampak baik bagi kami,” pungkasnya.
Terkait hal ini, pemerintah setempat melalui Dinas Perhubungan dan Disperindag belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal kebijakan ini dengan dalih masih dalam pembahasan.(Abin/Gopos)








