“Kadang, perjalanan terindah bukan tentang sejauh apa kita melangkah, tetapi tentang siapa yang berjalan bersama kita.”
Perjalanan ini bukan tentang jarak, tetapi tentang menemukan kembali sesuatu yang perlahan hilang di antara kesibukan hidup: kelekatan. Aku dan Aki begitu aku memanggil ayahku berangkat dari Gorontalo menuju Jakarta, lalu ke Bandung dan Yogyakarta. Ini adalah kali pertama Aki menginjakkan kaki di tiga kota besar itu. Kami tidak sedang mencari tempat baru, melainkan berusaha saling menemukan kembali di tengah waktu yang sering mencuri kebersamaan. Dulu, setiap langkah kecil bersamanya terasa seperti petualangan besar; kini tangan itu mulai berkeriput, namun hangatnya tetap sama. Di setiap senyum dan tatapan mata Aki, aku menemukan rumah yang lama kutinggalkanrumah yang bernama kasih sayang.
Jakarta menyambut kami dengan hiruk-pikuk yang tak pernah tidur. Di antara suara klakson dan arus manusia yang tergesa, aku justru menemukan ketenangan. Kami berjalan menyusuri masjid Istiqlal tempat Aki berdoa, berdiri di bawah bayangan Tugu Monas, menatap Istana Negara dari kejauhan, dan duduk di taman kota sambil berbagi cerita lama. Saat menaiki KRL dan mencoba kereta bawah tanah untuk pertama kalinya, matanya berbinar seperti anak kecil yang menemukan dunia baru. Aku tersenyum melihatnya; kebahagiaan ternyata sesederhana itu cukup hadir, mendengarkan, dan menertawakan hari bersama orang yang kita cintai.
Bandung menjadi persinggahan berikutnya dengan menaiki kereta cepat Whoosh. Begitu tiba, kami tidak ingin terburu-buru. Kami memilih menjelajahi kota dengan kereta kota yang berkeliling menembus jantung Bandung. Menikmati udara sejuk, aroma kopi, dan tawa di Jalan Braga seolah menghidupkan kembali sisi muda Aki yang lama tersembunyi di balik keriput wajahnya. Kami menelusuri Monumen Solidaritas Palestina, berfoto di depan mural, dan tertawa saat ia berpose lucu di antara patung-patung kota. Di sana, aku melihat bukan hanya sosok Ayah, tetapi seorang manusia yang belajar berdamai dengan waktu menemukan kebahagiaan di balik rasa lelah dan usia. Saat ia menyeruput kopi perlahan, matanya bersinar tenang. Aku tahu, ia sedang menikmati hidup dengan cara paling sederhana; bersyukur.
Aku duduk menatapnya lama. Garis wajah yang mulai longgar dan keriput bercerita tentang perjalanan panjang hidupnya: perjuangan, pengorbanan, dan cinta yang tak pernah pudar. Aku ingin menahan waktu agar bisa terus duduk di sampingnya, menyimpan tawa itu dalam ingatan. Di setiap perjalanan, aku belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu harus megah. Kadang ia hadir dalam senyum seorang ayah, dalam langkah kaki yang menapaki kota dengan perlahan, atau dalam obrolan ringan di antara hiruk-pikuk kehidupan.
Perjalanan berlanjut dari Jakarta menuju Yogyakarta, pemandangan di luar jendela berubah menjadi hamparan sawah hijau dan langit yang damai. Aku duduk di samping Aki yang terlelap, dan waktu seolah berhenti. Dalam diam, aku sadar bahwa perjalanan ini bukan sekadar liburan melainkan cara Tuhan mengingatkanku tentang cinta yang sering kulupakan. Tatapan Aki saat bangun dari tidur, penuh syukur dan ketenangan, seakan berkata tanpa suara: “Terima kasih, Nak, karena masih mau menemaniku.” Saat itu aku mengerti, kebahagiaan orang tua sering kali sesederhana ditemani dan didengarkan.
Perjalanan ini mengajarkanku tentang cinta yang tidak butuh banyak kata, tentang kebahagiaan yang tidak memerlukan kemewahan, dan tentang arti pulang yang sesungguhnya bukan ke rumah, tetapi ke hati yang pernah menunggu dengan sabar. Kadang, surga itu tidak jauh; ia duduk di ruang tamu, menatap kita dengan mata penuh kasih. Di antara kilometer yang kami tempuh, aku menemukan pelajaran paling berharga: bahwa waktu bersama orang tua adalah hadiah yang tak bisa dibeli, tak bisa diulang, dan tak boleh disia-siakan. Sebab suatu hari nanti, semua perjalanan akan berhenti, tetapi kenangan tentang cinta yang tulus akan tetap hidup abadi di dalam hati.
We Love U,, Selamat Hari Ayah
Penulis: Kusmawaty Matara, Direktur Women Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G)








