No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Di Persimpangan Jalan Idealisme dan Realistis, Tetaplah di Garis Marhaen GMNI

PERNYATAAN SIKAP Dies Natalis Ke-72 GMNI

Alexa by Alexa
Senin 23 Maret 2026
in Perspektif
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh : Jansen Henry Kurniawan (Ketua DPC GMNI Jakarta Timur)

Memperingati 72 tahun berdirinya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), kita tidak sekadar mengenang usia organisasi melainkan juga merefleksikan perjalanan panjang perjuangan ideologis yang telah ditempuh.

GMNI lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa, sebagai alat revolusi yang berakar pada ajaran Marhaenisme yaitu sebuah ideologi yang berpihak pada rakyat kecil, kaum tertindas, dan seluruh elemen yang dimarjinalkan oleh sistem yang tidak adil.

GMNI berdiri secara resmi pada 23 Maret 1954. Pembentukan ini merupakan hasil fusi (penggabungan) dari tiga organisasi mahasiswa yang sebelumnya memiliki kesamaan ideologi juga cara pandang gerakan yaitu Gerakan Mahasiswa Marhaenis di Yogyakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka di Surabaya dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia diJakarta. Fusi ini dilakukan untuk menyatukan kekuatan mahasiswa nasionalis dalam satu wadah perjuangan yang lebih solid dan terorganisir, terutama dalam menghadapi dinamika politik pasca-kemerdekaan Indonesia.

GMNI yang sudah teruji oleh zaman dan tak lekang oleh waktu. Rongrongan baik dari pihak eksternal maupun internal GMNI sekalipun dalam orientasi pandang yang berbeda dari berbagai motif tetapi tidak cukup mampu untuk meruntuhkan ketahanan gerakan ini karena fondasi awal pendirian gerakan ini sudah jelas.

Mewadahi mahasiswa untuk setia terhadap marhaenisme juga ajaran Bung Karno, menjadikannya pisau analisis untuk menemukan problem solving yang kesemua itu berorientasi kepada satu cita-cita besar yaitu mewujudkan sosialisme di Indonesia. Sejarah GMNI adalah sejarah keberanian dan keberpihakan. Dalam masa awal kemerdekaan hingga era Demokrasi Terpimpin, GMNI tampil sebagai kekuatan mahasiswa yang aktif mengawal semangat anti-imperialisme, anti-kolonialisme, dan keadilan sosial. GMNI menjadi bagian dari dinamika politik nasional yang memperjuangkan gagasan besar seperti Nasakom, serta berperan dalam membangun kesadaran politik mahasiswa untuk berpihak kepada rakyat.

Baca Juga :  Ironi Murid/Santri  Menggugat Guru/Kiayi

Namun perjalanan sejarah tidak selalu berjalan mulus. Pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965, GMNI menghadapi tekanan politik yang luar biasa di bawah rezim Soeharto. Terjadi fragmentasi internal, pembatasan ruang gerak, dan upaya depolitisasi organisasi mahasiswa. Dalam situasi tersebut, GMNI tetap bertahan sebagai organisasi kader dengan menjaga api ideologi Marhaenisme, meskipun dalam ruang yang terbatas.

Memasuki era Reformasi 1998, GMNI kembali menemukan momentumnya. Runtuhnya rezim Orde Baru membuka ruang bagi kebebasan berorganisasi sekaligus menuntut GMNI untuk melakukan konsolidasi ideologi dan gerakan. GMNI kembali aktif dalam mengawal isu-isu demokrasi, keadilan sosial, serta perjuangan rakyat di tengah arus globalisasi dan kapitalisme yang semakin kuat.

Namun dalam situasi saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan serius. Ketimpangan sosial-ekonomi masih nyata, demokrasi menghadapi ujian kualitas, dan praktik-praktik kekuasaan kerap menjauh dari semangat kerakyatan. Di sisi lain, arus globalisasi dan kapitalisme yang semakin masif telah mendorong lahirnya pola pikir pragmatis yang kerap menggerus nilai-nilai idealisme.

Baca Juga :  RTH Penting, Tetapi Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Basah Korupsi

Ditengah situasi tersebut, generasi muda termasuk mahasiswa berada dipersimpangan jalan. Ada tuntutan untuk bersikap realistis dalam menghadapi dunia modern, namun juga ada tanggung jawab historis untuk tetap menjaga idealisme perjuangan. Inilah tantangan utama kader GMNI hari ini. Oleh karena itu, GMNI harus hadir sebagai penuntun arah dan GMNI tidak boleh larut dalam pragmatisme yang mengorbankan ideologi. Tidak boleh pula terjebak dalam romantisme sejarah tanpa relevansi juga GMNI harus berdiri tegak sebagai organisasi kader yang progresif, adaptif, dan tetap berakar kuat pada marhaenisme.

Sikap GMNI harus jelas:

1. Meneguhkan kembali Marhaenisme sebagai landasan berpikir dan bergerak dalam menjawab persoalan rakyat.

2. Mengawal demokrasi dan keadilan sosial, serta berani mengkritik setiap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

3. Membangun kader progresif-revolusioner yang memiliki ketajaman intelektual dan keberpihakan ideologis.

4. Menjadi pelopor gerakan pemuda yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Dies Natalis ke-72 ini harus menjadi momentum konsolidasi ideologi dan gerakan. GMNI harus tetap menjadi organisasi yang tajam dalam analisis, kuat dalam perjuangan, dan konsisten berpihak kepada rakyat. Mengingatkan kembali.apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno bahwasanya kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.(*)

Tags: GMNI
Previous Post

Gelar Doa Lo Lipu, Bupati Kabgor Tekankan Persatuan

Next Post

Berapa Harga Sunlight Ungu dan Apa Saja Keunggulannya?

Related Posts

Perspektif

Di Balik Pengakuan Bersalah, Adakah Keadilan untuk Korban?

Rabu 20 Mei 2026
Husin Ali - Antropolog
Perspektif

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Jumat 15 Mei 2026
Perspektif

Biografi Azis Rachman: Meniti Jalan Pengabdian dan Kepemimpinan

Sabtu 2 Mei 2026
Perspektif

Menuju Pengajaran Bahasa Inggris Inklusif: Lepas dari Belenggu “Native-Like”

Jumat 24 April 2026
Perspektif

TRAGEDI KEADILAN DAN PARADOKS NEGARA HUKUM: KETIKA PEMBELAAN DIRI DIPIDANAKAN

Rabu 22 April 2026
Perspektif

RTH Penting, Tetapi Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Basah Korupsi

Sabtu 4 April 2026
Next Post

Berapa Harga Sunlight Ungu dan Apa Saja Keunggulannya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Jalan Penghubung Desa Bakti-Batulayar Nyaris Putus Akibat Longsor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Rumah di Kota Gorontalo Dilalap Api di Hari Raya Iduladha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kronologis Kebakaran Rumah di Kelurahan Pohe Kota Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Gorontalo Amankan 259 Karung dan 2 Pelaku Pertambangan Batu Hitam di Suwawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lion Air Group Hapus Free Bagasi

    3 shares
    Share 3 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.