GOPOS.ID, GORONTALO– Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) resmi menetapkan pemenang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tahun 2026 tingkat universitas pada Rabu, 8 April 2026, di Aula Inovasi UNBITA.
Penetapan ini merupakan hasil dari proses seleksi berlapis yang dirancang untuk menjaring mahasiswa unggul secara komprehensif, baik dari aspek akademik, kapasitas personal, maupun kontribusi nyata.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa keseluruhan tahapan seleksi disusun secara sistematis untuk memastikan kualitas output yang benar-benar representatif.
“Kami merancang proses seleksi ini secara berjenjang dan terukur agar mahasiswa yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas unggul dan siap mewakili UNBITA di tingkat LLDIKTI,” ujar Dr. Ellys Rachman dalam wawancara.
Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Yahya Antu, S.AB., M.Si., menegaskan bahwa tahapan awal dimulai dari pengiriman delegasi terbaik oleh masing-masing fakultas yang telah melalui proses seleksi internal.
“Delegasi yang dikirim oleh fakultas merupakan hasil penjaringan awal, sehingga peserta di tingkat universitas sudah merupakan mahasiswa terbaik yang siap mengikuti seleksi lanjutan,” ungkap Yahya Antu.
Memasuki tahap seleksi tingkat universitas, penilaian difokuskan pada portofolio yang memuat rekam jejak akademik dan non-akademik sebagai indikator konsistensi prestasi dan pengalaman mahasiswa.
“Portofolio menjadi dasar penting dalam melihat konsistensi capaian mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun aktivitas organisasi dan prestasi lainnya,” jelas Dr. Ellys Rachman.
Penguatan pada aspek tersebut kemudian dilanjutkan melalui uji kemampuan wicara publik, yang menilai kapasitas komunikasi dan kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis dan meyakinkan.
“Kemampuan komunikasi menjadi penentu, karena mahasiswa berprestasi harus mampu mentransformasikan gagasan menjadi narasi yang dapat dipahami dan diterima publik,” terang Yahya Antu.
Sebagai pelengkap, kemampuan bahasa asing turut menjadi indikator kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih luas, termasuk pada level regional maupun nasional.
“Penguasaan bahasa asing menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk berinteraksi dan berkompetisi di lingkungan yang lebih luas,” ujar Dr. Ellys Rachman.
Selanjutnya, peserta diuji melalui karya unggulan, di mana mahasiswa sarjana menyajikan gagasan kreatif, sementara mahasiswa diploma menghadirkan produk inovatif yang memiliki nilai kebermanfaatan dan dampak nyata.
“Karya unggulan menjadi representasi konkret dari kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat,” jelas Yahya Antu.
Seluruh rangkaian penilaian tersebut kemudian diakumulasi oleh tim juri untuk menetapkan hasil akhir secara objektif dan profesional.
“Penetapan pemenang dilakukan berdasarkan integrasi seluruh komponen penilaian, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kualitas terbaik,” tegas Dr. Ellys Rachman.
Berdasarkan hasil tersebut, ditetapkan Sahfril Rezky Mohamad(Teknik Sipil) sebagai Juara 1 tingkat Sarjana dan Rahmadia O. Ladawing (Manajemen Keuangan Sektor Publik) sebagai Juara 1 tingkat Diploma yang akan mewakili UNBITA pada ajang PILMAPRES tingkat LLDIKTI Wilayah XVI Tahun 2026.
“Kami optimis delegasi yang terpilih mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa nama baik UNBITA di tingkat LLDIKTI,” ungkap Dr. Ellys Rachman.
Menanggapi hasil tersebut, Sahfril Rezky Mohamad menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk memberikan yang terbaik pada tahap selanjutnya.
“Saya bersyukur atas kepercayaan ini dan akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk membawa nama UNBITA di tingkat LLDIKTI,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmadia O. Ladawing juga menyampaikan kesiapan dan tekadnya untuk berkompetisi secara optimal dengan membawa gagasan dan inovasi yang telah disiapkan.
“Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik, tidak hanya untuk kampus tetapi juga masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, universitas akan melakukan pembinaan lanjutan guna memastikan kesiapan delegasi dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
“Pendampingan akan kami fokuskan pada penguatan substansi dan teknik presentasi agar mereka dapat bersaing secara optimal,” tambah Yahya Antu.
Menutup tanggapannya, Dr. Ellys Rachman menegaskan bahwa PILMAPRES merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun budaya akademik berbasis prestasi di lingkungan kampus.
“PILMAPRES harus menjadi ruang pembinaan berkelanjutan yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








