GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Komisi III DPRD Kota Gorontalo mendorong peran aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor perbankan dan Bank Indonesia, untuk membantu pemerintah daerah menopang pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Hal tersebut disampaikan oleh Totok Bachtiar Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo. Menurutnya, BUMN harus mengambil sikap dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
“Kami dari Komisi III menyarankan agar BUMN, khususnya perbankan dan Bank Indonesia, dapat membantu pemerintah daerah dengan mengalokasikan dana CSR untuk menopang pengembangan UMKM di Kota Gorontalo,” ungkap Totok Bachtiar anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo.
Ia menjelaskan, dukungan CSR tidak hanya dibutuhkan dari sisi permodalan, tetapi juga infrastruktur pendukung UMKM, terutama di kawasan Pasar Sentral.
“Bukan hanya permodalan, tetapi juga infrastruktur lain seperti pembuatan lapak,,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini aktivitas transaksi pedagang UMKM sebagian besar sudah menggunakan sistem non-tunai, seperti QRIS dan transfer perbankan. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah juga tengah gencar mendorong digitalisasi transaksi di sektor UMKM.
“Pemerintah sedang mendorong transaksi non-tunai di wilayah UMKM. Ini tentu berdampak positif bagi sektor perbankan, karena transaksi otomatis meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan UMKM di Kota Gorontalo saat ini cukup signifikan. Jumlah pedagang terus bertambah, pendapatan meningkat, dan angka pengangguran menunjukkan tren penurunan.
“Ini tentu memberi dampak langsung juga ke perbankan. Karena itu, sudah sepatutnya BUMN mengambil bagian dengan menyisihkan dana CSR untuk mendukung UMKM, baik dari sisi modal maupun infrastruktur,” tegasnya. (MG/Rama/Gopos)








