GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.
Sekretaris Dewan Kota Gorontalo, N.R. Monoarfa, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan. Mulai dari akademisi, praktisi, hingga tokoh masyarakat dilibatkan guna memperkuat kualitas perencanaan.
“Seluruh masukan ini penting untuk memaksimalkan dan menyempurnakan hasil perencanaan pembangunan,” ujar Monoarfa.
Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai unsur, termasuk tokoh agama, diharapkan mampu menghadirkan data yang lebih akurat sejak tahap awal. Dengan demikian, program yang dirancang dapat langsung diimplementasikan secara optimal pada tahun pelaksanaan.
Meski unsur DPRD tidak hadir secara langsung, Monoarfa menyebut dirinya hadir sebagai representasi lembaga tersebut. Ia juga telah menandatangani berita acara sebagai bentuk legitimasi hasil pembahasan.
“Semua yang dibicarakan dituangkan dalam berita acara sebagai dokumen resmi. Ini menjadi bukti bahwa hasil forum bukan sekadar wacana, tetapi siap dilaksanakan pada tahun mendatang,” jelasnya.
Dalam Musrenbang tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, di antaranya bidang keagamaan, penguatan peran akademisi dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, hingga persoalan pengelolaan sampah.
Khusus sektor lingkungan, Monoarfa menyoroti masih belum optimalnya fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di beberapa kecamatan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta penguatan sistem pengelolaan di TPS 3R.
“Optimalisasi TPS 3R harus menjadi perhatian serius agar pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, pemerintah daerah berharap arah pembangunan Kota Gorontalo semakin terarah, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. (WinangMG/Rama/Gopos)








