GOPOS.ID, JEMBER – Kabupaten Jember mencatat capaian ekonomi positif sepanjang 2025. Pemerintah daerah berhasil menjaga pertumbuhan investasi sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah dinamika harga kebutuhan masyarakat.
Kinerja ekonomi tersebut terjadi di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Gus Fawait, yang mendorong percepatan pembangunan melalui penguatan investasi dan pengendalian inflasi daerah.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi tahunan Jember pada Maret 2026 mencapai 3,84 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
Meski demikian, kondisi inflasi dinilai masih terkendali. Pemerintah daerah menilai tekanan harga tetap berada dalam batas aman bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Gus Fawait menyebut pengendalian inflasi dilakukan melalui optimalisasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dengan pendekatan strategi 4K yang terus diperkuat di lapangan.
“Kami terus bergerak cepat melalui operasi pasar dan sinergi lintas instansi untuk menjaga ketersediaan BBM, LPG, serta bahan pangan tetap stabil,” ujar Gus Fawait, Kamis (2/4/2026).
Beberapa komoditas masih memicu kenaikan harga, terutama kelompok perawatan pribadi yang mengalami lonjakan inflasi cukup tinggi sepanjang periode pengamatan.
Sebaliknya, sektor teknologi informasi serta jasa keuangan mencatat deflasi sebesar 2,56 persen sehingga membantu menjaga keseimbangan daya beli masyarakat Jember.
Di sektor investasi, realisasi penanaman modal menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp2,57 triliun.
“Investasi adalah urat nadi pembangunan daerah. Kami memastikan setiap investasi memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Gus Fawait.
Capaian tersebut meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target RPJMD 2025–2029 yang diproyeksikan sebesar Rp1,85 triliun.
“Masuknya investasi dari ratusan unit usaha berhasil membuka hampir 10 ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmen menjaga iklim investasi kondusif sekaligus memperkuat pengendalian inflasi demi mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi daerah.(kur)








