GOPOS.ID, JEMBER – Program Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) berlanjut di Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026), dengan suasana penuh keakraban dan dialog terbuka bersama masyarakat.
Setelah bertemu guru ngaji, kelompok pengajian, pelaku UMKM, mlijo, kelompok tani, serta meninjau Puskesmas Mayang, Bupati Jember Muhammad Fawait menyapa kader Posyandu dan ketua RT/RW.
Ratusan peserta memenuhi lokasi kegiatan. Fawait memilih membuka ruang diskusi dibanding sekadar memaparkan program pemerintah daerah yang telah berjalan.
Sebelum sesi aspirasi dimulai, Fawait mencairkan suasana dengan candaan. “Tapi jangan minta honor naik ya,” ujarnya sambil mengundang beberapa kader naik ke panggung.
Gelak tawa peserta langsung pecah. Namun candaan tersebut tidak mengurangi semangat kader Posyandu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang mereka hadapi.
Seorang kader Posyandu dari Desa Tegalrejo menyampaikan tiga harapan kepada pemerintah daerah. “Yang menjadi harapan saya honor naik, kedua seragam dan kesejahteraan kader, selanjutnya beasiswa untuk anak kader,” katanya.
Kader lain dari Desa Mayang menyoroti bertambahnya beban pelayanan setelah penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjangkau seluruh kelompok usia, termasuk lansia.
“Lansia yang hadir di Posyandu kasihan tidak punya tempat duduk. Kami juga sering kunjungan ke rumah-rumah, jadi butuh alat transportasi,” ujarnya.
Ia juga berharap setiap Posyandu memiliki kendaraan operasional untuk kunjungan maupun membantu penanganan pasien darurat, sekaligus meminta perhatian terhadap kesejahteraan kader.
Menanggapi usulan tersebut, Fawait menyatakan sebagian besar aspirasi sebenarnya telah masuk dalam program Pemerintah Kabupaten Jember, termasuk dukungan bagi keluarga kader.
“Anak-anak kader Posyandu maupun RT/RW telah menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan dalam program Beasiswa Cinta Bergema,” ujar Fawait.
Ia juga memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan kebijakan kenaikan insentif kader Posyandu pada tahun ini, meski besaran tambahan honor belum diumumkan.
Dialog berlangsung hangat dengan iringan tepuk tangan dan tawa peserta. Momen itu dimanfaatkan kader Posyandu untuk menyampaikan kebutuhan nyata demi memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.(kur)







