No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Guru dan Akal Imitasi

Hasan by Hasan
Selasa 25 November 2025
in Perspektif
0
Image by Brian Penny from Pixabay

Image by Brian Penny from Pixabay

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Hasanudin Djadin

Hari ini, 25 November 2025, kita kembali memeringati Hari Guru Nasional. Peringatan tahunan yang sudah ke-80 kali dilaksanakan. Gegap gempita perayaan ini bukan sekadar pembangkit memori Kongres Guru di Surakarta 24-24 November 1945 silam. Lebih dari itu merupakan sebuah momentum refleksi atas peran mulia para pendidik dalam mengukir wajah bangsa.

Guru adalah pilar peradaban. Tanpa guru, tidak ada murid yang tumbuh menjadi pemimpin, ilmuwan, atau warga negara yang berkarakter. Namun di balik itu, derasnya arus artificial intelegensi atau akal imitasi, muncul pertanyaan besar terhadap eksistensi dan kiprah para guru.

Kehadiran Chat GPT yang diinisiasi oleh Open AI pada 2022, membawa disrupsi akal imitasi. Inisiasi tersebut tidak hanya mendorong lahirnya ribuan platprom berbasis AI, tetapi juga membuka lebar interaksi publik dengan akal imitasi. Terutama di kalangan generasi muda.

Baca Juga :  Hati-Hati Gerakan GERINDRA

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menyebutkan, generasi Z menempati urutan teratas dalam pemanfaatan AI dengan porsi mencapai 43,7 persen. Lalu generasi Milenial dengan porsi 22,3 persen. Situasi ini mencerminkan akal imitasi telah menjadi bagian dalam kehidupan anak-anak muda di Indonesia.

Dalam berbagai aspek, termasuk ruang pendidikan, tak lepas dari interaksi akal imitasi. Murid kini bisa belajar dari algoritma. Bisa mendapat jawaban instan dalam waktu sepersekian detik, dan bisa mengakses pengetahuan tanpa batas. Semuanya menjadi bisa karena kini akal imitasi mampu menulis, menjawab soal bahkan mengajar dengan sentuhan personalisasi.

Lalu apakah peran guru akan tergantikan? Justru di sinilah titik krusialnya. Pendidikan bukan hanya sekadar transfer data, tapi juga proses untuk menumbuhkan karakter, intuisi, dan empati. Itulah sifat dasar guru yang merupakan penumbuh jiwa, pembentuk karakter dan empati.

Baca Juga :  Menimbang Kembali Pasal Penghinaan Presiden dalam Negara Hukum Demokrasi

Akal imitasi boleh mengambil alih hafalan, menghadirkan jawaban instan, ataupun memberikan pengajaran. Walaupun begitu akal imitasi tidak menggantikan peran guru sebagai penjaga nilai kemanusiaan yang menanamkan etika, moral dan kebijaksanaan. Akal imitasi tak bisa menggeser kiprah guru sebagai fasilitator berpikir kritis: membimbing murid memilah informasi, menghindari misinformasi, dan menggunakan teknologi dengan bijak.

Tak kalah penting peran guru yang tak tergantikan adalah inspirator dan penghubung tradisi. Guru menjaga akar budaya sekaligus membuka cakrawala global, membangun motivasi, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan membentuk kepemimpinan.

Walaupun begitu, pendidikan harus beradaptasi. Guru harus cakap literasi digital agar tidak tertinggal. Pemerintah wajib memastikan pelatihan berkelanjutan, penghargaan layak, dan perlindungan sosial. Dan tentunya, masyarakat harus menegaskan kembali penghormatan terhadap guru sebagai inti pendidikan.***

Penulis adalah penanggung jawab media online gopos.id

Tags: Hari Guru NasionalPerspektif
Previous Post

Peringati HUT ke-12, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gelar Sunatan Massal Gratis

Next Post

Alumni UNBITA Siap Bergerak, Program 2026 Dimulai dengan UNBITA Run

Related Posts

Nelson Pomalingo
Perspektif

Mengenang Almarhum Rachmat Gobel, Inspirasi, Teladan dan Spirit Perjuangan untuk Gorontalo

Kamis 20 Agustus 2026
Dr. Husin Ali, S.Pd., M.A.P., CPOf.
Antropolog | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo | Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo
Perspektif

KOTA YANG MENCARI ANAK-ANAKNYA

Sabtu 15 Agustus 2026
Funco Tanipu (Founder The Gorontalo Institute)
Perspektif

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Selasa 28 Juli 2026
Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Next Post

Alumni UNBITA Siap Bergerak, Program 2026 Dimulai dengan UNBITA Run

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • comet star shining in a blue sky. (Ilustrasi)

    Warga Gorontalo Digegerkan Fenomena Kilatan Cahaya dan Suara Dentuman Keras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Haji Pepen Divonis 5 Tahun Penjara Korupsi Kanal Tanggidaa: Lebih Rendah Dari Tuntutan JPU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Gorontalo Soroti Dugaan Arogansi Oknum yang Mengaku Wartawan di RS Sitti Khadijah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis PU Gorontalo Divonis 2 Tahun Penjara Korupsi Kanal Tanggidaa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditreskrimsus Polda Gorontalo Tangani 7 Kasus Dugaan Korupsi Dana PEN 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.