GOPOS.ID, UNBITA– Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan (FTKES) Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum pada Sabtu, 24/01/2026 di Ruang Rapat UNBITA.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memastikan kurikulum FTKES selaras dengan kebutuhan kompetensi lulusan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan dunia kerja.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, menegaskan bahwa peninjauan kurikulum berbasis kompetensi merupakan langkah krusial dalam mendorong keunggulan program studi dan mutu lulusan.
“Kurikulum harus adaptif, relevan, dan berorientasi pada kompetensi. Melalui FGD ini, UNBITA memastikan setiap program studi di FTKES bergerak menuju standar unggul dan responsif terhadap kebutuhan pengguna lulusan,” ujar Dr. Ellys
FGD ini melibatkan pimpinan fakultas, dosen, serta pemangku kepentingan internal untuk membedah capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, dan penguatan profil lulusan agar memiliki daya saing berkelanjutan.
Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan, Nini A. Kiay Demak, menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum difokuskan pada penguatan kompetensi inti dan integrasi kebutuhan industri serta layanan kesehatan.
“Kami menata kurikulum agar kompetensi lulusan benar-benar terukur, aplikatif, dan sesuai kebutuhan lapangan, baik pada rumpun teknik maupun ilmu kesehatan,” ungkap Nini
Rektor UNBITA menambahkan bahwa proses peninjauan kurikulum harus mengedepankan prinsip keberlanjutan, keterkaitan dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi, serta akuntabilitas akademik.
“Kurikulum yang unggul lahir dari proses yang partisipatif dan berbasis data. UNBITA mendorong FTKES untuk terus memperbarui kurikulum dengan standar mutu yang jelas,” tegas Dr. Ellys
Dalam diskusi, peserta FGD membahas pemutakhiran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan OBE (Outcome-Based Education), serta strategi implementasi pembelajaran yang menekankan praktik dan penguatan soft skills.
Nini A. Kiay Demak menjelaskan bahwa hasil FGD akan ditindaklanjuti melalui penyempurnaan dokumen kurikulum dan rencana implementasi pembelajaran di setiap program studi.
“Masukan yang terkumpul akan kami rumuskan menjadi kebijakan kurikulum yang operasional, sehingga berdampak langsung pada kualitas proses belajar-mengajar,” jelasnya.
Rektor UNBITA menegaskan komitmen institusi untuk mendukung penuh penguatan kurikulum FTKES melalui pengembangan kapasitas dosen, sarana pembelajaran, dan kolaborasi dengan mitra eksternal.
“Menuju program studi unggul membutuhkan sinergi kelembagaan. UNBITA siap memfasilitasi seluruh kebutuhan agar transformasi kurikulum berjalan efektif,” ujar Dr. Ellys
Menutup kegiatan, Dekan FTKES menyampaikan optimisme bahwa kurikulum berbasis kompetensi akan memperkuat posisi FTKES UNBITA dalam menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing.
“Dengan kurikulum yang tepat dan implementasi yang konsisten, kami optimistis FTKES UNBITA melangkah mantap menuju program studi unggul,” tutup Nini (Rama/Gopos)








