GOPOS.ID, GORONTALO — Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus mengeluarkan ultimatum kepada manajemen Rumah Sakit Toto mengenai krisis stok bahan habis pakai (BHP) yang sangat penting untuk layanan cuci darah atau hemodialisis. Keadaan ini sangat memprihatinkan, mengingat ada puluhan pasien yang secara rutin bergantung pada layanan ini untuk menjaga kesehatan ginjal mereka.
Ketersediaan BHP merupakan faktor krusial dalam pelayanan hemodialisis. Tanpa pasokan yang memadai, pelayanan kepada pasien dengan penyakit ginjal yang memerlukan cuci darah bisa terganggu, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius bagi mereka. Faisal menekankan pentingnya manajemen RS Toto untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan agar ketersediaan BHP dapat terjamin.
“Kami tidak bisa membiarkan pasien yang membutuhkan cuci darah terabaikan hanya karena masalah stok. Ini adalah masalah serius yang harus segera ditangani.” Ia juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit harus berkomunikasi secara transparan mengenai keadaan stok dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya.
Sementara itu, pasien yang tergantung pada layanan hemodialisis di RS Toto mengungkapkan kekhawatiran mereka. Beberapa dari mereka mengaku merasa cemas dan tidak nyaman mengetahui bahwa layanan yang mereka andalkan mungkin terancam. “Kami berharap pihak rumah sakit segera menemukan solusi agar kami bisa terus mendapatkan perawatan yang kami butuhkan,” kata salah satu pasien.
Krisis ini juga menarik perhatian masyarakat luas, dengan berbagai pihak mulai mendesak pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih besar dalam memastikan ketersediaan BHP di seluruh rumah sakit. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan agar semua pasien mendapatkan akses yang adil terhadap layanan kesehatan yang mereka perlukan. (Putra/Gopos)








