GOPOS.ID, GORONTALO – DPRD Kota Gorontalo menggelar rapat paripurna Pembicaraan Tingkat I dalam rangka penyampaian pandangan fraksi serta tanggapan/jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usul inisiatif eksekutif tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Rabu/3/9/2025)
Salah satu poin penting dalam Ranperda ini adalah pembentukan perangkat daerah baru, yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kehadiran Bapenda dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola pendapatan daerah agar lebih optimal dan terarah.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, dan dihadiri oleh Wali Kota Gorontalo, Wakil Wali Kota, para Kepala OPD, camat, serta seluruh anggota DPRD Kota Gorontalo.
Dalam forum tersebut, fraksi-fraksi DPRD menyampaikan pandangan mereka:
- Fraksi Golkar berharap kehadiran Bapenda benar-benar mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Fraksi PPP menekankan pentingnya tujuan yang jelas, yakni meningkatkan kualitas layanan publik dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi daerah, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Gorontalo.
- Fraksi Nasdem menilai pembentukan Bapenda sebagai langkah strategis, dengan mendorong penguatan SDM yang kompeten, penerapan digitalisasi, serta pengelolaan PAD yang transparan dan akuntabel.
- Fraksi Demokrat menilai dengan adanya Bapenda, pengelolaan PAD dapat lebih dioptimalkan. Bahkan, keberadaan badan ini diyakini mampu membuka potensi baru melalui intensifikasi dan efektivitas dalam pemungutan pendapatan.
Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menyimpulkan pembahasan Ranperda ini adalah bagian dari penataan birokrasi pemerintahan agar lebih efektif.
“Pembentukan Badan Pendapatan Daerah akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus memperkuat pelayanan publik di bidang pendapatan,” jelas Irwan.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, juga mnejelaskan urgensi pembentukan Badan Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis keuangan daerah. Menurutnya, kondisi Kota Gorontalo sangat bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan dan layanan publik.
“kota ini kan tergantung dari PAD, semua anggaran. Jadi kalau APBD itu sudah habis. ada pendapatan asli daerah” ujar Indra Gobel.
Dengan adanya lembaga khusus tersebut, pengelolaan PAD akan lebih terfokus, terutama dalam memetakan potensi sumber pendapatan, memperkuat mekanisme retribusi, serta mencari titik-titik strategis yang bisa dioptimalkan.
“Badan pendapatan daerah itu jadi terfokus. Jadi bisa fokus untuk bagaimana titik-titik itu yang kita harus hubungkan, retribusinya seperti apa. Baru kita juga bisa berpikir dari mana harus di setiap kedinasan, itu nilai tambah, Nah baru dilempar ke lembaga baru ini, biar diteruskan, biar mencari nilai tambah PAD,” jelasnya. (Rama/gopos)








