GOPOS.ID, BOLTIM – Hampir setahun terhentinya aktivitas pengolahan emas di Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Bolaang Mongondow Timur, mulai memunculkan persoalan sosial baru di tengah masyarakat. Ratusan pekerja yang sebelumnya bergantung pada sektor tersebut kini terancam jatuh dalam kemiskinan akibat kehilangan penghasilan berkepanjangan.
Sejak lokasi pengolahan emas di kawasan Strep dipasangi garis polisi, roda ekonomi warga sekitar ikut tersendat. Tak sedikit keluarga pekerja yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari biaya makan hingga pendidikan anak.
“Bukan hanya kami yang terdampak, tapi keluarga kami juga. Sudah hampir setahun kami bertahan tanpa kepastian,” ungkap Yudi Mamonto, salah satu pekerja.
Para pekerja menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah, karena menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat kecil. Mereka berharap ada solusi yang tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.
Harapan pun disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, agar dapat mendorong penyelesaian yang adil dan manusiawi, sehingga para pekerja bisa kembali mencari nafkah secara legal.
“Kami tidak menuntut macam-macam, hanya ingin bekerja secara sah untuk menghidupi keluarga,” ujar Rahmat.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait kelanjutan status lokasi pengolahan emas tersebut, sementara tekanan ekonomi di kalangan pekerja terus meningkat dari waktu ke waktu. ***








