No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Dari Tanah Tonala: Kisah Persaudaraan antara Loreng dan Warga Negeri di Atas Awan

Ishak Noho by Ishak Noho
Selasa 4 November 2025
in Indepth News
0
Gotong royong tanpa batas. Warga dan prajurit TMMD ke-126 bahu-membahu menuntaskan rabat beton yang menjadi urat nadi ekonomi desa.(foto.isno gopos)

Gotong royong tanpa batas. Warga dan prajurit TMMD ke-126 bahu-membahu menuntaskan rabat beton yang menjadi urat nadi ekonomi desa.(foto.isno gopos)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Tonala menjadi saksi bahwa pembangunan sejati lahir dari kebersamaan, bukan dari satu pihak yang berjasa, melainkan dari banyak tangan yang bekerja dengan hati. Pengabdian itu terus mengalir tenang, sederhana, dan nyata. Dari tanah yang dulu becek, tumbuh harapan baru.

Ishak Noho – Jurnalis Gorontalo

KABUT tipis masih menyelemuti sela-sela pohon, ketika Iten Pakaya menyalakan mesin motor bebek yang telah dimodifikasi seperti motor trail. Sebuah muatan yang diisi dalam karung beras terikat di bagian belakang sepeda motor. “Jreeengg…” deru mesin dari knalpot memecah kesunyian Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Pagi itu, warga Iten bergegas ke Dulamayo, desa tetangga yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer. Ia harus segera ke pasar untuk membawa beberapa tandan pisang, serta kemiri. Bila tidak segera dijual, pisang yang sudah ranum itu hanya akan berakhir di tempat pembuangan. Sebab keramaian pembeli di pasar Dulamayo baru akan ada lagi pekan berikutnya.

Namun, baru berjarak 100 meter dari rumah, laju sepeda motor Iten terhenti. Setengah roda depannya terperosok dalam kubangan lumpur. Iten pun tersadar, hujan deras yang mengguyur tadi malam membuat jalan tanah di Desa Tonala menjadi berlumpur.
“Mau lanjut, setengah mati. Mau pulang, rugi”.

Iten menjadi dilema. Bila terus melanjutkan perjalanan, bukan hanya medan jalan yang sulit ditempuh, roda motor juga akan ikut rusak. Bila sudah begitu, pria paruh baya itu harus merogoh tabungan untuk perbaikan sepeda motor. Sebaliknya, bila kembali pulang, berarti dapur tak ngebul.

Tonala terletak di lereng pegunungan, jauh dari hiruk-pikuk kota. Alamnya indah, tapi jalan menuju ke sana dulu bukan perkara mudah. Selama bertahun-tahun, jalan utama Tonala hanyalah tanah yang berubah menjadi kubangan setiap kali hujan turun. Para petani memanggul hasil panen dan berjalan kaki karena sepeda motor tak bisa menembus lumpur. Namun tahun 2025 menjadi titik balik bagi desa di puncak perbukitan ini.

Perubahan itu tidak datang lewat proyek besar atau dana melimpah, melainkan melalui semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Membangun dari lereng yang terjal. Tanggal 9 Oktober 2025, lapangan Telaga Biru menjadi saksi sejarah. Di sana, Bupati Gorontalo membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1315/Gorontalo.

Dari tempat itulah semangat kerja gotong royong mengalir ke pelosok-pelosok desa, termasuk ke Tonala. Bagi para prajurit, TMMD bukan sekadar program kerja, melainkan bentuk pengabdian. Cara TNI menyapa rakyat bukan dengan senjata, tetapi dengan tenaga, keringat, dan kasih sayang. Setiap pagi, deru mesin molen berpadu dengan tawa warga.

Di bawah terik matahari, prajurit dan masyarakat bahu-membahu menyiapkan adukan semen, menata batu, dan menimbun material untuk membentuk jalan rabat beton sepanjang 1.143 meter. Sedikit demi sedikit, wajah desa berubah. “Biar cepat selesai,” ujar salah seorang warga yang mendorong arco.

Baca Juga :  Dorong Pola Hidup Sehat Lewat Penyuluhan Kesehatan di Desa Tonala

Tawa canda mengiringi gerak tangan mereka mengangkat semen. Di tengah kesibukan mencampur adukan semen, sejumlah ibu-ibu datang menghampiri. “Silakan diminum, mumpung masih hangat,” ujar mereka menyodorkan gelas berisi kopi hangat.

Bersamaan dengan itu, beberapa ibu lainnya mengambil bungkusan dalam kantong plasti. Wajah ramah penuh senyum menghiasi langkah mereka membagikan nasi bungkus kepada para prajurit yang bermandi peluh. TMMD ke-126 di Tonala tidak berhenti pada pembangunan fisik. Program ini juga membawa kegiatan sosial dan edukatif yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Ada penyuluhan anti-narkoba bagi generasi muda agar mereka terhindar dari bahaya barang haram. Di sekolah, digelar penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, menanamkan semangat cinta tanah air sejak dini. Warga dewasa mengikuti penyuluhan hukum dan ketertiban, agar semakin memahami hak dan kewajiban mereka dalam kehidupan sosial.

Sementara di ladang, para petani mendapat penyuluhan pertanian modern dari cara penanaman, pengendalian hama, hingga pengelolaan hasil panen. Semua kegiatan itu dilakukan dengan satu tujuan membangun desa yang cerdas, sehat, mandiri, dan bermartabat.

Suasana Tonala tak hanya diwarnai deru molen dan ketukan palu. Di sela-sela kerja fisik, Satgas TMMD menggelar kegiatan olahraga dan hiburan untuk mempererat kebersamaan. Lapangan desa mendadak ramai oleh turnamen sepak bola, sepak takraw, dan tenis meja.

Menjelang malam, warga berkumpul di balai desa. Lomba menyanyi dan peragaan busana mengundang tawa dan sorakan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut ambil bagian. Desa yang dulunya sunyi kini hidup kembali dengan semangat baru semangat kebersamaan.

Kini, jalan beton yang membelah desa bukan sekadar jalur penghubung antar dusun. Jalan yang dulu becek dan licin menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Jalan itu menghubungkan kebun, rumah, sekolah, dan cita-cita banyak orang.

Wilayah yang lahir dari pemekaran Desa Modelidu pada tahun 2010 ini dikenal dengan semangat gotong royong yang kuat. Nilai itulah yang menjadi landasan bagi setiap warga untuk ikut ambil bagian dalam TMMD bukan hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga sebagai pelaku perubahan.

Kepala Desa Tonala, Sumarno Antule bilang
Sebelum TMMD, jalan utama kami masih berupa tanah apabila hujan sangat sulit untuk distribusi hasil pertanian sehingga petani harus mengeluarkan biaya ekstra sewa ojek.  Anak-anak sekolah harus jalan kaki menyebabkan aktivitas ekonomi desa sering terhambat.

Kesulitannya ada pada akses jalan. Hasil panen sering terlambat dijual karena mobil tidak bisa masuk. Kami juga kesulitan membawa orang sakit ke puskesmas. Kadang kami merasa terisolasi dari dunia luar.

“Saat itu kami duduk bersama tim dari Kodim 1315/Gorontalo. Mereka mendengarkan langsung aspirasi warga. Setelah survei lokasi, kami sepakat fokus pada pembangunan jalan dan sarana umum lain seperti MCK, bak air bersih, dan renovasi rumah warga kurang mampu,” Sumarno.

Baca Juga :  Kecanduan Main Medsos Berisiko Gangguan Jiwa Ringan

Ketika TMMD usai, tentu menjawab apa yang menjadi harapan warga, sebab kendaraan bisa masuk ke desa kapan saja. Harga bahan pokok lebih stabil karena distribusi lancar. Anak sekolah lebih semangat, dan warga mulai berani membuka usaha kecil di pinggir jalan pertanda perputaran ekonomi di desa.

Apresiasi pun datang dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD) atas semangat luar biasa prajurit dan warga Tonala yang berhasil melampaui keterbatasan dengan gotong royong. Sebab yang paling berharga dari TMMD bukan jumlah beton yang tercetak, melainkan nilai kemanusiaan dan rasa persaudaraan yang tumbuh dari kerja bersama.

“Banyaknya keterbatasan anggaran baik dari pemerintah daerah maupun TNI, tidak menyurutkan semangat prajurit dan masyarakat. Kodim dapat melaksanakan program ini dengan maksimal,” ujar Ketua Tim Wasev TMMD, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus saat meninjau lokasi TMMD di Desa Tonala.

Sore itu, di sisi jalan yang baru selesai dicor, bersama beberapa warga masih duduk berbincang, memandangi hasil kerja bersama mereka. Tak lagi ada suara mesin molen, tapi gema kerja keras itu masih terasa di udara.

Ketika malam turun di lereng Tonala, suara canda warga menggantikan deru molen yang kini berhenti. Jalan baru membentang, menghubungkan rumah, ladang, dan sekolah. Namun lebih dari sekadar beton dan batu, TMMD meninggalkan sesuatu yang tak kasat mata rasa percaya bahwa kemajuan tidak selalu datang dari kota, melainkan dari desa-desa yang mau bekerja bersama.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Desa Tonala telah berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai target. Semua ini tentu bukan hanya hasil kerja prajurit semata, tapi buah dari sinergi, semangat gotong royong, serta dukungan penuh masyarakat Tonala dan pemerintah daerah,” ucap Dansatgas TMMD, Letkol Arh Roma Laksana Yudha.

Ia menuturkan melalui TMMD ini, pihak tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan rabat beton, MCK, bak air bersih, dan renovasi rumah warga, tapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat manunggal TNI dengan rakyat. Karena sejatinya, kekuatan bangsa ini terletak pada persatuan dan kerja sama.”

“Kami berharap apa yang telah dikerjakan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat mendorong ekonomi desa, memudahkan akses transportasi, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Semoga semangat kebersamaan yang tumbuh selama TMMD ini tetap terjaga meski program telah berakhir,” katanya dengan penuh hadapan.

Dari Tanah Tonala, semangat itu mengalir, menguatkan Indonesia dari akarnya.(***)

Tags: cerita inspiratif TMMDDesa Tonalagotong royong TNI dan wargakebersamaan tni dan rakyatKodim 1315 GorontaloPembangunan Desapembangunan infrastruktur pedesaanpembangunan jalan rabat betonpengabdian TNI.program TMMD GorontaloTelaga BiruTMMD ke 126TNI Manunggal Membangun Desa
Previous Post

Kawal Kualitas Penelitian Dosen, UNG Gelar Klinik Proposal Hibah Kemdiktisaintek

Next Post

Wujudkan Desa Zero Sex Harm, Tim UNG Launching Aplikasi SafeHeaven untuk Perlindungan Masyarakat dari Kekerasan Seksual

Related Posts

Indepth News

Perjuangan Guru Non-Database yang Terhenti di Ambang Seleksi P3K

Selasa 18 November 2025
Indepth News

TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo: Huyula dan Kemanunggalan Membangun Negeri

Sabtu 8 November 2025
Indepth News

Letkol Arh Roma Laksana Yudha, Sosok di Balik Suksesnya TMMD ke 126

Kamis 6 November 2025
Indepth News

Sertu Amirul, Sang Penjaga Aliran Air yang Menggerakkan Pekerjaan Desa

Sabtu 1 November 2025
Indepth News

Tanpa Seragam, Ibu Paruh Baya Ini Berjuang Lewat Suguhan Kopi ke Prajurit

Jumat 31 Oktober 2025
Kegiatan produksi yang berlangsung di dapur Gita Cookies. Setiap minggu dapur mengolah ikan tuna menjadi abon, bakso, dan nuget. Selain itu diproduksi pula kue kerawang dan roti abon tuna.(dok Gita Cookies)
Indepth News

KAIL Kampung Tenda: Pijar Perubahan Perempuan Pesisir

Jumat 31 Oktober 2025
Next Post

Wujudkan Desa Zero Sex Harm, Tim UNG Launching Aplikasi SafeHeaven untuk Perlindungan Masyarakat dari Kekerasan Seksual

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Ilustrasi AI

    ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Nurdin Resmi Dilantik sebagai Sekda Boalemo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebahagiaan Selimuti Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo di Hari Kartini ke-147

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Jember Bukan Bebani ASN, ini Penjelaskan Kebijakan Turun Lapangan Verval

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Nurdin Naik Traktor Saat Dikukuhkan Guru Besar UNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.