GOPOS.ID, GORONTALO – Di tengah teriknya matahari di Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo sosok berperawakan tegap dengan senyum teduh itu tak pernah jauh dari para prajuritnya dan warga.
Dialah Letkol Arh Roma Laksana Yudha, Komandan Kodim 1315/Gorontalo yang juga menjadi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-126.
Bagi Roma, TMMD bukan sekadar program rutin TNI. Ia melihatnya sebagai wujud nyata pengabdian tentara kepada rakyat, dan sebagai momentum membangun kepercayaan dari desa, untuk negeri.
Suasana Desa Tonala sejaka pembukaan TMMD, berubah ramai. Lapangan yang biasanya sunyi mendadak dipenuhi warga, pelajar. Spanduk besar bertuliskan “TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 Kodim 1315/Gorontalo” terbentang di gerbang yang menjadi titik awal pekerjaan.
“TMMD ini bukan hanya tentang membangun jalan. Ini tentang membangun harapan, semangat, dan persaudaraan,” katanya saat membuka kegiatan, disambut tepuk tangan warga.
Sejak hari pertama, Roma memilih turun langsung ke lapangan. Ia berjalan menyusuri lokasi pembangunan jalan rabat beton sepanjang satu kilometer lebih, meninjau titik pembangunan MCK, bak air bersih, hingga rumah warga yang akan direnovasi.
“Kalau hanya memerintah dari posko, kita tak akan tahu betapa keras perjuangan masyarakat di sini,” ujarnya dengan senyum yang khas.
Setiap minggu, Letkol Roma sudah tampak di lokasi. Ia tidak segan ikut nimbrung bersama prajurit lainnya hingga warga setempat. Ia menolak konsep kepemimpinan yang hanya memberi instruksi dari jauh.
“Pemimpin harus memberi teladan, bukan perintah,” ucapnya.
Pemandangan itu menjadi hal yang biasa di Desa Tonala. Warga mulai terbiasa melihat sosok Dandim yang murah senyum itu, mereka duduk lesehan bersama, menyeruput kopi hangat, dan berbincang tentang hasil panen.
Bagi masyarakat, sosok Letkol Roma bukan sekadar komandan. Ia menjadi sahabat dan penggerak semangat baru di Desa Tonala.
“Beliau selalu bersama kami, makan duduk melantai tanpa ada sekat. selalu tersenyum dan sering diskusi ringan dan memberi motivasi,” ungkap Athen, salah satu warga Tonala yang ikut bergotong royong.
TMMD ke-126 bukan hanya tentang rabat beton. Di bawah arahan Letkol Roma, Satgas juga membangun MCK umum, fasilitas air bersih, dan melakukan renovasi rumah warga kurang mampu. Selain itu, diadakan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan bela negara, dan pelatihan keterampilan.
Uniknya, Letkol Roma menginisiasi “Lomba Desa Manunggal”, yang melibatkan warga dalam berbagai kegiatan seperti sepak takraw, tenis meja, menyanyi, hingga fashion show tradisional.
“Saya ingin TMMD menjadi pesta rakyat, bukan hanya proyek pembangunan,” ujarnya.
Suasana gotong royong itu mengubah wajah Tonala. Dari desa yang dulu sunyi dan jalan becek, kini berubah menjadi kawasan hidup, ramai, dan penuh kebanggaan.
Malam sebelum penutupan TMMD, warga berkumpul di jalan yang baru saja dicor. Anak-anak berlarian, prajurit dan warga duduk di tepi jalan menikmati kopi dan gorengan. Letkol Roma tampak berdiri di tengah mereka, sesekali berbincang ringan, sesekali tertawa.
“Saya bahagia melihat kebersamaan ini. Ini bukan sekadar hasil kerja, tapi hasil cinta dan keikhlasan,” katanya pelan.
Malam itu, lampu-lampu dari genset Satgas menyinari jalan baru itu, seolah menjadi simbol terang yang menembus gelapnya keterisolasian desa.
Tanggal 6 November 2025, TMMD ke-126 resmi ditutup di Lapangan Telaga Biru. Acara dihadiri Danrem 133/NWB Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Forkopimda, dan ratusan warga.
Kini, TMMD ke-126 memang telah berakhir, tapi semangatnya masih hidup. Jalan baru, MCK, dan bak air bukan hanya menjadi bukti fisik, tetapi simbol dari sinergi antara TNI dan masyarakat.
Alumnus Akmil 2005 ini melangkah pergi dari Tonala dengan keyakinan, bahwa tentara sejati bukan hanya penjaga negara, tapi juga penjaga harapan rakyatnya.
“TMMD boleh selesai, tapi hubungan hati ini tak akan pernah selesai,” tutupnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Tonala, Sumarno Antule bilang pihaknya dan warga setempat sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya kepada Letkol Arh Roma Laksana Yudha dan seluruh jajaran Satgas TMMD ke-126.
Kehadiran mereka (Satgas TMMD) di Desa Tonala bukan hanya membangun jalan dan fasilitas, tapi juga membangun semangat warga Tonala.
Dulu jalan di desk, kata dia, masih berupa tanah, kalau hujan pasti becek dan sulit dilalui. Sekarang berkat TMMD, warga bisa dengan mudah membawa hasil pertanian, anak-anak juga lebih aman ke sekolah. Ini perubahan besar bagi kami,” ucapnya Sumarno.
“Yang paling berkesan, Satgas TMMD tidak hanya bekerja siang hari. Mereka lembur bersama warga, bahkan makan satu meja dengan kami. Itu membuat kami merasa sangat dekat, seperti keluarga,” pungkasnya. (Isno/gopos)








