GOPOS.ID, JEMBER – Memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif menjadi langkah penting agar peserta dapat memperoleh kepastian penjaminan saat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Hal itu dirasakan Mulyono (60), warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.
Ia mengaku rutin memastikan kepesertaan JKN miliknya tetap aktif sebagai bentuk persiapan apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.
Menurut Mulyono, tidak ada yang dapat mengetahui kapan seseorang akan jatuh sakit. Karena itu, memiliki kepesertaan JKN yang aktif membuat dirinya lebih tenang.
“Tidak ada yang tahu kapan sakit datang. Karena itu, saya selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan begitu, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, saya merasa lebih tenang karena sudah memiliki jaminan melalui Program JKN,” ujar Mulyono.
Sebelumnya, Mulyono tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Setelah kepesertaannya tidak lagi aktif, ia kemudian melanjutkan kepesertaan sebagai peserta mandiri dengan memilih kelas perawatan I.
Keputusan tersebut diambil agar dirinya dan keluarga tetap memiliki perlindungan kesehatan serta dapat mengakses pelayanan kesehatan ketika diperlukan.
“Program JKN sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga. Karena itu, setelah tidak lagi menjadi peserta PBI JK, saya memutuskan untuk melanjutkan kepesertaan secara mandiri. Saya ingin tetap memiliki perlindungan kesehatan dan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan saat membutuhkannya,” jelasnya.
Mulyono juga merasakan kemudahan dalam mengurus kebutuhan administrasi kepesertaan JKN.
Salah satunya melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) BPJS Kesehatan di nomor 08118165165.
Menurutnya, layanan tersebut membantu peserta mendapatkan informasi dan mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
Selain PANDAWA, ia juga memanfaatkan aplikasi Mobile JKN.
Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengecek status kepesertaan, melihat data keluarga dan fasilitas kesehatan terdaftar, serta memperoleh berbagai informasi JKN secara mandiri.
“Sekarang semuanya lebih mudah. Melalui Mobile JKN, saya bisa mengecek status kepesertaan kapan saja dan di mana saja. Informasi yang saya butuhkan juga tersedia, sehingga saya tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” imbuh Mulyono.
Ia pun mengingatkan peserta JKN untuk disiplin membayar iuran tepat waktu, khususnya sebelum tanggal 10 setiap bulan.
Menurutnya, kepatuhan membayar iuran tidak hanya memberikan perlindungan bagi peserta dan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam Program JKN.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN yang selalu membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10. Selain melindungi diri sendiri dan keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, iuran yang dibayarkan juga membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan memerlukan layanan kesehatan. Semangat gotong royong seperti inilah yang membuat Program JKN terus berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Mulyono. (Adv)








