No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Erwin Soroti Antrean BBM: Ini Bukan Soal Kuotanya Banyak atau Tidak!

Ishak Noho by Ishak Noho
Senin 7 September 2026
in Deprov Gorontalo
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Gorontalo dinilai tidak semata-mata disebabkan keterbatasan kuota bahan bakar minyak (BBM).

Sekertaris Komisi II, DPRD Provinsi Gorontalo Erwin Ismail mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan Komisi II DPRD ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang menjadi pemasok distribusi BBM wilayah Gorontalo, stok maupun kuota BBM masih dalam kondisi aman sesuai alokasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Stok atau kuota BBM di Provinsi Gorontalo itu masih aman. Dalam konteks yang dijatah oleh BPH Migas sebagai sentral penyaluran BBM itu masih aman,” kata Erwin usai rapat paripurna, Senin (8/9/2026).

Menurut dia, persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya jumlah BBM yang tersedia, melainkan mekanisme pelayanan di SPBU yang dapat memengaruhi kecepatan pengisian kendaraan.

Erwin menyebut salah satu pemicu antrean adalah panic buying atau kepanikan masyarakat setelah muncul isu mengenai pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat khawatir tidak dapat membeli Pertalite sehingga memilih mengisi BBM secara bersamaan.

“Yang pertama adalah panic buying. Masyarakat ini terkait dengan isu desil-desil yang tidak boleh beli Pertalite, itu menjadi kepanikan. Sehingga banyak orang berebut dan akhirnya menyebabkan antrean panjang,” ujarnya.
Faktor lainnya, kata dia, adalah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite.

Ia menyebut harga BBM yang sebelumnya berada di kisaran Rp12 ribu kini mencapai sekitar Rp16 ribu hingga Rp17 ribu.

“Banyak orang yang tadinya pengguna Pertamax, yang dulu harganya cuma Rp12 ribu, kemudian sekarang sudah sampai Rp16 ribu sampai Rp17 ribu, itu beralih ke Pertalite,” katanya.

Baca Juga :  Komisi I Deprov Gorontalo Monitoring Pelaksanaan Tahapan Pemilu di Kecamatan Telaga

Komisi II, lanjut Erwin, telah meminta masukan dari Pertamina terkait kondisi tersebut. Salah satu opsi yang disampaikan adalah pemerintah kabupaten dan kota maupun dinas terkait dapat kembali mengusulkan penambahan kuota BBM kepada Pertamina.

Namun, ia menilai penambahan kuota belum tentu secara otomatis menghilangkan antrean. Erwin mencontohkan sejumlah SPBU telah memperoleh alokasi Pertalite hingga 24 ribu liter, tetapi masih mengalami antrean panjang.

“Di setiap SPBU itu hanya memiliki atau menggunakan satu ‘dispenser’ dengan dua atau empat selang nozzle. Ketika satu dispenser hanya memiliki dua nozzle kanan-kiri dengan bahan bakar yang paling diminati yaitu Pertalite, itu yang menyebabkan terjadi penumpukan,” jelasnya.

Karena itu, Komisi II mendorong Pertamina menyurati SPBU binaan atau mitranya agar menambah dispenser, khususnya untuk pelayanan Pertalite.

Ketua DPD Demokrat ini mengusulkan SPBU dengan tingkat antrean tinggi memiliki sedikitnya dua dispenser Pertalite dengan jumlah nozzle lebih banyak sehingga proses pengisian dapat berlangsung lebih cepat.

“Kalau misalnya satu dispenser punya empat selang atau delapan nozzle, proses pengisiannya pasti cukup lancar,” ujarnya.

Ia menegaskan antrean panjang tidak dapat hanya dikaitkan dengan persoalan kuota.

“Ini bukan soal kuotanya banyak atau tidak. Kalau misalnya dia cuma punya 24 ribu kiloliter, tapi dispensernya ada delapan nozzle, saya yakin tidak akan ada antrean di situ,” katanya.

Selain kapasitas ‘dispenser’, Komisi II turut menyoroti kendaraan roda dua maupun roda empat yang melakukan pengisian BBM secara berulang, termasuk kendaraan yang memiliki kapasitas tangki besar.

Menurut Erwinsyah, belum terdapat aturan yang secara jelas mengatur batas pengisian BBM oleh kendaraan yang melakukan pengisian secara berulang.

“Motor, mobil itu bolak-balik, bolak-balik, itu belum ada aturannya. Jadi kami akan mendorong,” katanya.

Baca Juga :  Ekwan Ahmad: Kami Menjaga Marwah DPRD, Bukan Meninggalkan Demokrat

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo selanjutnya berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas persoalan tersebut.

Salah satu opsi yang akan didorong adalah pengaturan melalui regulasi daerah mengenai batas pelayanan kendaraan yang melakukan pengisian BBM jenis yang sama secara berulang.

Terkait pembelian BBM bersubsidi, Erwin juga menyinggung penggunaan barcode sebagai salah satu mekanisme pembelian BBM subsidi.

Ia mengatakan secara sistem pembelian BBM bersubsidi telah menggunakan barcode. Namun, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menentukan secara langsung siapa yang diperbolehkan maupun tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi.

“Kita sebagai pemerintah hanya menghimbau. Menentukan bahwa si A boleh pakai, si B tidak boleh pakai, itu kan ada perdebatan lagi di situ,” jelasnya.

Erwin juga menyebut adanya informasi mengenai jual beli barcode BBM subsidi melalui platform digital.

“Orang jual beli barcode juga ada di platform seperti Tokopedia. Ada yang jual barcode solar, Pertalite,” katanya.

Dia menilai persoalan antrean dan distribusi BBM membutuhkan kajian yang lebih sistematis dari Pertamina, terutama untuk memetakan kebutuhan dan distribusi BBM di setiap wilayah.

Menurutnya, pemetaan juga diperlukan terhadap titik-titik SPBU yang rawan antrean untuk melihat kemungkinan penambahan titik SPBU baru.

“Kalau soal bisnis kan ini soal untung rugi, soal supply and demand. Itu pasti butuh kajian-kajian lebih sistemik dari Pertamina,” ujarnya.

Erwin mengatakan Pertamina Patra Niaga maupun Sales Branch Manager (SBM) memiliki pemahaman mengenai titik-titik yang berpotensi membutuhkan penambahan SPBU.

“Mereka lebih tahu titik-titik rawan mana yang kemungkinan ada usulan titik SPBU baru,” pungkas Erwin. (Isno/gopos)

Tags: Antrian BBMBBMDeprov GorontaloErwin Ismail
Previous Post

Wenny Gaib Bangga Pramuka Kotamobagu Wakili Sulut di Jambore Nasional

Next Post

Pemprov-DPRD Gorontalo Sepakat IPERA 7 Persen

Related Posts

Aleg Deprov Gorontalo,  Yeyen Sidiki (kanan) menyerahkan secara simbolis peralatan usaha kepada pelaku IKM untuk mendukung peningkatan produksi dan pengembangan usaha.
Deprov Gorontalo

Sinergi Pemprov-DPRD, Bantuan Mesin Peralatan Usaha Aspirasi Yeyen Sidiki Terwujud

Jumat 4 September 2026
Deprov Gorontalo

FMP Puncak Botu Jadi Pilot Project di Lingkungan Deprov Gorontalo

Selasa 1 September 2026
Deprov Gorontalo

Ekwan Ahmad: Aspirasi Pemuda soal Tambang Akan Dikaji DPRD Gorontalo

Senin 24 Agustus 2026
Deprov Gorontalo

Warga Tolak Aktivitas PT Celebes Bone Mineral, Deprov Gorontalo Jadwalkan RDP

Senin 24 Agustus 2026
Deprov Gorontalo

BSPS di Gorontalo Dievaluasi, Komisi III Tekankan Ketuntasan Pembangunan Rumah

Jumat 21 Agustus 2026
H. Suyuti
Deprov Gorontalo

Harga Pakan Naik Tiga Kali, Peternak Gorontalo Tertekan

Kamis 20 Agustus 2026
Next Post

Pemprov-DPRD Gorontalo Sepakat IPERA 7 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • 1.108 Mahasiswa UNG Diterjunkan ke Sekolah, Bawa Misi Perkuat Pendidikan Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Erwin Soroti Antrean BBM: Ini Bukan Soal Kuotanya Banyak atau Tidak!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkah Bagi Warga di Bone Pesisir: Hujan Turun saat Gusnar Salurkan Sembako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akademisi Nining Paputungan Soroti Peran Ruang Terbuka dalam Menghidupkan Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • H-2 Sewindu Warga Amal, Penuh Hiburan dan Shalawatan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.