GOPOS.ID, MOOTILANGO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat semangat pengabdian kepada umat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Masyaikh Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah Mujaddidiyah, sekaligus tasyakuran atas suksesnya Muktamar NU ke-35, yang digelar di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu malam (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rois Syuriah PCNU Kabupaten Gorontalo, Kyai Masduki Al Jabalani, bersama Ketua PCNU Kabupaten Gorontalo Arianto Mopangga serta keluarga PP Sirojuth Tholibin Sidomukti, keluarga PCNU Kabupaten Gorontalo dan jamaah.
Dalam tausiyahnya, Kyai Masduki Al Jabalani menekankan pentingnya khidmah atau pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab moral warga Nahdliyin dalam menjaga agama, tradisi keilmuan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Menurut dia, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Keteladanan Rasulullah SAW harus diterjemahkan dalam bentuk perilaku dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.
“Khidmah itu bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tetapi tentang apa yang dapat kita berikan. Ketika kita mengabdikan diri untuk agama, NU, pesantren dan masyarakat, yang harus dikedepankan adalah keikhlasan, kesabaran dan keteladanan,” pesan Kyai Masduki dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai semangat khidmah menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Organisasi keagamaan, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan tradisi keulamaan tetap menjadi pijakan dalam kehidupan masyarakat.
“Keteladanan Rasulullah adalah bagaimana ilmu, akhlak dan pengabdian berjalan bersama. Itulah yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Selain memperingati Maulid Nabi dan haul para masyaikh, kegiatan tersebut juga menjadi ungkapan syukur atas terselenggaranya Muktamar NU ke-35. Momentum ini dimanfaatkan PCNU Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat silaturahmi dan soliditas warga Nahdliyin di daerah.
Ketua PCNU Kabupaten Gorontalo, Arianto Mopangga mengatakan, tradisi keagamaan seperti Maulid dan haul memiliki peran penting dalam merawat hubungan antargenerasi sekaligus memperkuat akar organisasi di tengah masyarakat.
“Maulid Nabi dan haul para masyaikh mengingatkan kita bahwa apa yang kita jalankan hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan keteladanan para ulama terdahulu. Karena itu, tradisi ini harus terus dirawat dan diteruskan kepada generasi muda,” kata Arianto.
Ia menambahkan, suksesnya Muktamar NU ke-35 juga harus diikuti dengan semangat memperkuat kerja-kerja organisasi di tingkat daerah.
Menurutnya, NU tidak hanya dituntut hadir dalam persoalan keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial masyarakat, pendidikan, ekonomi, dan menjaga persatuan.
Kegiatan di Sidomukti tersebut berlangsung dalam suasana khidmat. Selain tausiyah, acara diisi dengan pembacaan shalawat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW serta para ulama dan masyaikh yang telah mewariskan tradisi keilmuan dan keagamaan kepada generasi penerus.
Bagi PCNU Kabupaten Gorontalo, momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa khidmah merupakan ruh perjuangan organisasi. Semangat itu diharapkan tidak hanya hadir dalam forum keagamaan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pada akhirnya, ukuran dari khidmah adalah kemanfaatan. Semakin besar manfaat yang bisa diberikan kepada umat dan masyarakat, semakin besar pula nilai pengabdian yang kita lakukan,” tutup Kyai Masduki.(alexagopos)








