GOPOS.ID, JEMBER – Banjir besar yang melanda Jember, Jawa Timur, mendorong pemerintah daerah mempercepat pemulihan. Ribuan warga terdampak di berbagai wilayah.
Gus Fawait menyampaikan perkembangan penanganan bencana saat tampil dalam program Jurnal Nusantara yang disiarkan Kompas TV, Senin pagi.
“Penanganan darurat terus kami percepat. Fokus utama kami memastikan keselamatan warga sekaligus memulihkan kondisi wilayah terdampak secepat mungkin,” ujar Fawait dalam siaran tersebut.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember mencatat 7.445 kepala keluarga terdampak di 23 desa, tersebar pada 10 kecamatan.
“Ratusan warga sempat mengungsi. Kami berupaya memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi selama masa tanggap darurat,” katanya.
Wilayah terdampak antara lain Desa Nogosari, Rambipuji, serta Desa Glundengan, Wuluhan. Luapan Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo merendam permukiman hingga 1,5 meter. Debit meningkat setelah hujan deras dari kawasan Pegunungan Argopuro.
“Status tanggap darurat sudah kami tetapkan sejak pertengahan Februari. Seluruh unsur terkait kami libatkan untuk mempercepat penanganan,” tegasnya.
Langkah darurat meliputi evakuasi warga, pendirian posko, distribusi logistik, serta koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan pemulihan infrastruktur.
Kerusakan terjadi pada tanggul, fasilitas umum, dan jaringan drainase. Normalisasi sungai serta penguatan sistem pengendalian banjir kini menjadi prioritas pemerintah.
“Air sudah surut di sebagian besar wilayah. Warga mulai kembali dan membersihkan rumah masing-masing dengan pendampingan petugas,” ucap Fawait.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai. Gotong royong penting agar pemulihan berjalan cepat,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan penguatan infrastruktur berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan komitmen membangun sistem penanganan bencana yang lebih tangguh ke depan.(kur)








