GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menyusul wacana kebijakan efisiensi energi nasional yang berpotensi memengaruhi sistem kerja aparatur dan aktivitas pendidikan.
Langkah tersebut mencakup kemungkinan penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara serta penyesuaian metode pembelajaran di sekolah jika kebijakan resmi diberlakukan pemerintah pusat.
Kebijakan ini disiapkan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor energi, khususnya terkait stabilitas pasokan dan konsumsi bahan bakar nasional.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan, pemerintah daerah memilih bersikap proaktif dengan menyiapkan berbagai skenario guna memastikan kebijakan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Pada prinsipnya kami siap mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan,” ujar Gus Fawait, Rabu (25/03/2026).
Menurutnya, kesiapan perangkat daerah menjadi prioritas agar setiap perubahan sistem kerja dapat langsung diimplementasikan tanpa mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat.
Sebagai langkah awal efisiensi, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah mulai diimbau menggunakan kendaraan dinas secara bersama saat menjalankan tugas kedinasan.
Upaya tersebut dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi di lingkungan pemerintah daerah.
Di sektor pendidikan, Pemkab Jember juga melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan guna merancang pola pembelajaran yang fleksibel.
“Kami ingin memastikan seluruh opsi tersedia dan dapat dijalankan tanpa kendala, baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap,” jelasnya.
Skema pembelajaran adaptif diharapkan menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar meski terjadi perubahan kebijakan akibat situasi energi nasional.
Kebijakan efisiensi energi sendiri menjadi perhatian pemerintah karena dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap konsumsi energi domestik.
WFH dipandang sebagai salah satu langkah preventif untuk mengurangi mobilitas sekaligus menekan penggunaan energi secara lebih efisien.
“Kami memilih menunggu arahan resmi sambil memastikan kesiapan di semua lini telah terbangun dengan baik,” tutup Gus Fawait.(kur)








