No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Mengukur Wakil Rakyat, Merajut Kembali Kepercayaan Publik

Ishak Noho by Ishak Noho
Rabu 10 September 2025
in Perspektif
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Irwan Hunawa,
(Ketua DPRD Kota Gorontalo dan Mahasiswa S2 Administrasi Publik, Universitas Negeri Gorontalo)

DALAM beberapa bulan terakhir, masyarakat di sejumlah daerah turun ke jalan dengan tuntutan keras: “Bubarkan DPR! Bubarkan DPRD!”. Bahkan di beberapa tempat, insiden yang merusak gedung parlemen daerah terjadi sebagai luapan kekecewaan. Fenomena ini tidak dapat dilihat sekadar sebagai peristiwa spontan, melainkan sebagai tanda adanya krisis kepercayaan publik yang semakin dalam terhadap lembaga perwakilan rakyat.

Kepercayaan publik, yang seharusnya menjadi modal utama demokrasi, kini tergerus oleh berbagai faktor. Rakyat merasa wakilnya jauh dari denyut kebutuhan sehari-hari. Mereka menilai parlemen lebih sibuk dengan urusan politik internal dibanding memperjuangkan aspirasi. Krisis kepercayaan inilah yang kemudian memantik ekspresi protes di jalanan, sebuah tanda serius bahwa jarak antara rakyat dan wakilnya semakin melebar.

Kritik yang Sahih

Kritik yang disampaikan publik sesungguhnya memiliki alasan yang kuat. Masyarakat melihat bagaimana sidang paripurna kerap tidak dihadiri dengan penuh, kegiatan reses sering dirasakan hanya sebagai rutinitas administratif, dan fungsi pengawasan dinilai belum berjalan maksimal. Selain itu, berbagai persoalan etik yang muncul di ruang publik menambah beban citra lembaga legislatif. Semua ini memperkuat kesan bahwa DPRD masih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Penelitian kontemporer (Halim et al., 2018) menegaskan bahwa representasi politik tidak berhenti pada kehadiran simbolik di lembaga, melainkan pada tindakan nyata dalam memperjuangkan kepentingan konstituen. Artinya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan keterlibatan substansial wakil rakyat dalam setiap proses legislasi, pengawasan, maupun penganggaran.

Baca Juga :  IMM Sebagai Kelompok Epistemik dan Kekuatan Civil Society

Ukuran Kinerja yang Terlupakan

Selama ini, penilaian terhadap kinerja DPRD lebih banyak didasarkan pada aspek kuantitatif. Misalnya, jumlah peraturan daerah yang disahkan atau tingkat kehadiran rapat. Ukuran ini tentu penting, tetapi belum cukup menjelaskan apakah wakil rakyat benar-benar menjawab persoalan masyarakat. Pertanyaan yang lebih mendasar sering terabaikan: apakah perda yang dibuat relevan dengan kebutuhan publik, apakah rekomendasi pengawasan ditindaklanjuti, dan apakah aspirasi hasil reses masuk dalam APBD.

Beberapa studi (Prabowo & Cooper, 2016; Sofyani et al., 2022) menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan outcome nyata sebagai ukuran kinerja sektor publik. Tanpa kerangka evaluasi yang lebih komprehensif, publik hanya menilai DPRD dari permukaan. Dari ruang penilaian yang kabur inilah krisis kepercayaan publik terus tumbuh, meninggalkan luka dalam hubungan antara rakyat dan lembaga legislatif.

Menuju Kerangka Evaluasi Baru

Prinsip good governance yang diperkenalkan UNDP dan terus dikembangkan dalam penelitian tata kelola publik menekankan lima hal: transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efektivitas, dan partisipasi masyarakat. Kelima prinsip ini selayaknya menjadi landasan membangun kerangka evaluasi wakil rakyat di tingkat daerah. Dengan fondasi ini, kinerja legislatif dapat dinilai secara lebih menyeluruh dan adil.

Kerangka evaluasi baru perlu menyoroti aspek kualitas legislasi, efektivitas pengawasan, keberpihakan dalam penganggaran, serta integritas dan keterbukaan personal anggota DPRD. Dengan instrumen semacam ini, masyarakat dapat menilai wakilnya secara objektif, sementara DPRD sendiri memiliki cermin yang jujur untuk melakukan pembenahan internal. Transparansi tidak lagi menjadi jargon, melainkan bukti yang nyata dan dapat diverifikasi.

Baca Juga :  Pilrek bukan Pilkada

Menutup Jurang Kepercayaan

Demonstrasi yang menuntut pembubaran parlemen sesungguhnya adalah alarm yang tidak boleh diabaikan. Namun, solusinya bukan dengan menghapus lembaga perwakilan yang dijamin konstitusi, melainkan dengan memperkuat mekanisme evaluasi. Hanya dengan pengawasan dan penilaian yang jujur, lembaga legislatif dapat meraih kembali legitimasi di mata rakyat.

Sebagai Ketua DPRD sekaligus mahasiswa administrasi publik, saya meyakini bahwa demokrasi lokal hanya bisa dipulihkan bila wakil rakyat berani diukur dengan standar yang transparan dan akuntabel. Krisis kepercayaan publik harus dijawab dengan reformasi evaluasi kinerja, bukan dengan pembubaran lembaga. Hanya melalui akuntabilitas, parlemen daerah dapat kembali memperoleh kepercayaan dan menjadi benar-benar representatif.

Referensi

Halim, A., Abdullah, S., & Jusuf, J. (2018). Local legislative performance and public accountability in Indonesia. Journal of Accounting and Public Policy, 37(6), 476–489.

Mudrifah. (2020). Public Governance and Financial Performance of Indonesian local governments: Evidence from multiple stakeholder perspectives. International Journal of Advances in Social and Economics, 2(3), 31–40.

Prabowo, T. J. W., & Cooper, B. J. (2016). Accountability and performance measurement in Indonesian local government: A critical review. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 20(2), 148–162.

Sofyani, H., Pratolo, S., & Saleh, Z. (2022). Do accountability and transparency promote community trust? Evidence from village government in Indonesia. Journal of Accounting & Organizational Change, 18(3), 376–396.

Widianingsih, I., & Juwono, V. (2017). Improving local governance in Indonesia: Lessons and challenges. Policy Studies, 38(4), 387–402. (*)

Tags: Irwan HunawaPolitisi GolkarPublik
Previous Post

Evaluasi Program Kesehatan, Puskesmas Gogagoman Adakan Lokakarya Triwulan

Next Post

2026 RKUD Kabupaten Gorontalo Masih di Bank SulutGo

Related Posts

Nelson Pomalingo
Perspektif

Mengenang Almarhum Rachmat Gobel, Inspirasi, Teladan dan Spirit Perjuangan untuk Gorontalo

Kamis 20 Agustus 2026
Dr. Husin Ali, S.Pd., M.A.P., CPOf.
Antropolog | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo | Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo
Perspektif

KOTA YANG MENCARI ANAK-ANAKNYA

Sabtu 15 Agustus 2026
Funco Tanipu (Founder The Gorontalo Institute)
Perspektif

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Selasa 28 Juli 2026
Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Next Post

2026 RKUD Kabupaten Gorontalo Masih di Bank SulutGo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • comet star shining in a blue sky. (Ilustrasi)

    Warga Gorontalo Digegerkan Fenomena Kilatan Cahaya dan Suara Dentuman Keras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Gorontalo Soroti Dugaan Arogansi Oknum yang Mengaku Wartawan di RS Sitti Khadijah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokter RS Sitti Khadijah Laporkan Jefry Taha yang Diduga Lakukan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Haji Pepen Divonis 5 Tahun Penjara Korupsi Kanal Tanggidaa: Lebih Rendah Dari Tuntutan JPU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APSI-UIN Sultan Amai Gorontalo Buka Pendidikan Advokat Angkatan Pertama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.