GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencetak sumber daya manusia berkualitas melalui pelaksanaan Wisuda ke-62 yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG. Sebanyak 700 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dan siap mengabdikan ilmu serta kompetensinya di tengah masyarakat.
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, Senat Akademik, keluarga wisudawan, dan tamu undangan.
Para lulusan yang dikukuhkan berasal dari program diploma, sarjana, profesi, magister hingga doktor. Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi ketika satu per satu wisudawan menerima pengukuhan sebagai tanda berakhirnya masa studi di perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok menegaskan bahwa wisuda bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari pengabdian. Ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah harus menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan karya nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Eduart.
Ia mengatakan, lulusan UNG dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki integritas, karakter yang kuat, serta mampu bersaing di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Menurutnya, keberhasilan alumni juga menjadi cerminan kualitas pendidikan yang dibangun oleh UNG. Karena itu, para lulusan diharapkan terus menjaga nama baik almamater melalui dedikasi, prestasi, dan kontribusi nyata di berbagai bidang profesi.
“Jadilah agen perubahan di mana pun berada. Bangun karya, ciptakan inovasi, dan berikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Itulah makna sesungguhnya dari sebuah pendidikan tinggi,” pesannya.
Momentum Wisuda ke-62 ini sekaligus menegaskan komitmen UNG dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, jiwa kepemimpinan, semangat kolaborasi, integritas, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja maupun pembangunan daerah dan nasional. (Rama/Gopos)







