GOPOS.ID, SUWAWA– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama melalui pelatihan manajemen usaha olahan tomat di Aula Kantor Desa Moutong, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (31/7/2026).
Pelatihan tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah anggota KWT sebelumnya dibekali keterampilan diversifikasi produk olahan tomat. Kali ini, fokus pendampingan diarahkan pada penguatan tata kelola usaha agar produk yang dihasilkan mampu dipasarkan secara berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi bagi anggota kelompok.
Ketua Tim PKM UNG, Ramlan Mustafa, S.P., M.Si., mengatakan kemampuan mengelola usaha menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pengembangan usaha olahan tomat.
“Pelatihan ini kami harapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha kelompok. Dengan manajemen yang baik, produk olahan tomat dapat terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi anggota KWT,” ujar Ramlan.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui Hibah PKM Nasional Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. Kegiatan mengusung tema pemberdayaan KWT melalui diversifikasi olahan tomat untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Tim pelaksana terdiri atas Ramlan Mustafa sebagai ketua, didampingi Marleni Limonu, S.P., M.Si., dan Dr. St. Aisyah R., S.Pt., M.Si., sebagai anggota.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pencatatan arus kas, perhitungan biaya produksi, penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), penetapan harga jual, pencatatan persediaan, hingga penghitungan keuntungan usaha. Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam dua kelompok untuk mempraktikkan langsung penyusunan administrasi usaha berdasarkan simulasi produksi olahan tomat.
“Peserta dibagi menjadi dua kelompok agar dapat mempraktikkan secara langsung pencatatan administrasi usaha berdasarkan contoh produksi olahan tomat yang dijalankan kelompok,” kata Ramlan.
Narasumber pelatihan, Dr. St. Aisyah R., menegaskan bahwa pencatatan keuangan yang tertib merupakan fondasi utama dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui pencatatan yang tertib, anggota KWT dapat mengetahui kondisi usaha yang sebenarnya. Kelompok juga dapat menetapkan harga jual secara tepat, mempertahankan modal produksi, dan merencanakan pengembangan usaha dengan lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh komponen biaya produksi, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, kemasan, transportasi hingga penyusutan peralatan harus diperhitungkan secara menyeluruh agar keuntungan usaha dapat dihitung secara akurat. Selain itu, keuangan usaha harus dipisahkan dari keuangan rumah tangga untuk menjaga keberlangsungan modal usaha.

Perwakilan KWT Maju Bersama, Yusni, mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pengelolaan keuangan usaha yang selama ini masih menjadi kendala kelompok.
“Sebelumnya kami sudah belajar membuat produk olahan tomat. Sekarang kami lebih memahami cara mencatat keuangan, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, dan mengetahui keuntungan yang sebenarnya. Pengetahuan ini sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha kelompok,” ujarnya.
Penjabat Kepala Desa Moutong, Syamsul Moronggu, S.Sos., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Tim PKM UNG. Menurutnya, pelatihan manajemen usaha menjadi langkah strategis agar keterampilan mengolah tomat dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami berharap KWT Maju Bersama mampu mengelola usaha olahan tomat secara lebih profesional, mulai dari pengelolaan kas, biaya produksi, persediaan hingga keuntungan, sehingga usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Syamsul.
Di akhir kegiatan, Tim PKM UNG menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Hibah PKM Nasional Tahun Anggaran 2026.Â
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada LPPM UNG, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemerintah Desa Moutong, KWT Maju Bersama, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tersebut. (Yusuf/Gopos/Adv)







