GOPOS.ID, MARISA – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN), serta efisiensi dalam pengelolaan anggaran pada Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, Senin (19/01/2026).
Dalam sambuntanya, Iwan Adam, menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) Pohuwato telah menetapkan kebijakanWork From Anywhere (WFA) setiap hari Jumat. Dengan kebijakan tersebut, jam kerja ASN terhitung empat hari kerja dalam sepekan.
Namun demikian, ia menegaskan WFA bukan berarti hari libur. ASN tetap diwajibkan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dari mana saja, selama berada di wilayah Kabupaten Pohuwato.
“WFA bukan berarti tidak bekerja. ASN tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dari mana saja. Ini perlu kami ingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapi kebijakan WFA,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menekankan Apel Korpri di awal tahun 2026 memiliki makna strategis sebagai momentum, untuk meneguhkan kembali komitmen ASN dalam mengawali pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di tahun yang baru.
“Tahun baru harus kita jadikan sebagai titik awal untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan disiplin, serta memperkuat integritas dan loyalitas dalam melayani masyarakat Kabupaten Pohuwato,” tekan Iwan
Ia juga mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah terus melakukan pembinaan terhadap jajaran masing-masing dengan membangun budaya kerja yang disiplin, saling menghargai, serta berorientasi pada hasil.
“Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, etos kerja, dan kesungguhan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diamanahkan,” papar Iwan
Selain itu Iwan juga menyoroti kondisi fiskal daerah tahun 2026 yang menuntut seluruh perangkat daerah, untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam pengelolaan anggaran. Ia berharap setiap OPD mampu menyusun dan melaksanakan program kerja secara tepat sasaran, menghindari pemborosan, serta memprioritaskan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Efisiensi anggaran bukan berarti menurunkan kualitas pelayanan, tetapi justru menjadi tantangan bagi kita untuk bekerja lebih cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutup Iwan (Yusuf/Gopos)








