GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo kembali mewujudkan komitmennya meningkatkan mutu akademik. Langkah tersebut ditempuh melalui penyegaran kurikulum pembelajaran yang dibahas melalui Workshop Kurikulum setiap empat tahun sekali untuk program sarjana dan dua tahun sekali untuk program magister.
Workshop Kurikulum dihadiri oleh civitas akademika UNBITA serta menghadirkan pemateri nasional, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si, Ketua Lembaga Akreditasi Mandiri Bidang Ilmu Sosial, Administrasi, dan Komunikasi. Kehadiran beliau memberi warna dan perspektif baru dalam penyusunan kurikulum berbasis outcome based education (OBE).
Tujuannya jelas, agar lulusan UNBITA tidak hanya relevan dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UNBITA, Yahya Antu, menegaskan bahwa kurikulum adalah jantung dari proses pendidikan tinggi. Karena itu, UNBITA berkomitmen menghadirkan kurikulum yang visioner sekaligus adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Workshop ini adalah momentum penting untuk menyamakan persepsi. Kami ingin memastikan setiap mata kuliah di UNBITA benar-benar berorientasi pada capaian pembelajaran. Jadi, bisa saja mata kuliahnya sama, tetapi proses pembelajarannya berbeda,” ujar Yahya.
Dalam forum ini, peserta juga berdiskusi intensif mengenai penyesuaian kurikulum dengan standar nasional pendidikan tinggi serta kebutuhan daerah Gorontalo. Fokus utama diarahkan pada bagaimana program studi di UNBITA mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan kompetitif secara global.
Yahya menambahkan, workshop ini juga menjadi sarana refleksi bagi para dosen untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin.
“Kami berharap kurikulum yang lahir dari forum ini bukan hanya dokumen formalitas, tetapi betul-betul bisa diterapkan dan menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja,” pungkasnya. (Rama/gopos)








